Photobucket

Selasa

Yang Patut Didengar



Bukan, ini bukan kamu, ini aku. jadi jangan marah apa yang aku cantum patut didengar malah membuat kalian berisik. Tapi seandainya ada kesamaan bolehlah kalian meniru. Aku tak percaya hak, itu semua hanya kumpulan pembual yang menang akan hegemoni karya. Semua tertuju untuk semua. Termasuk lagu.

Pendamping hening kawan, aku bukan tipe kumbakarna dalam wayang yang dalam keheningannya pasti dijumpai akan tidur. Aku laki-laki butuh pendamping,  pendamping hidup misalnya. Lagu kawan lagu, indah hidup dengan lagu, nyaman hening dengan lagu.
Tapi, lagu klasik sering tersenderi dalam kelasnya, tahu? justru, karena dalam kelasnya yang tersendiri itulah jadi menarik dia, layaknya wanita desa ditengah ribuan wanita kota. Menyudur kata pram tidak dapat tidak mesti tergila-gila pada gadis cantik dalam kelasnya yang tersendiri.  ah Mbulet ae. memang, mbulet adalah cita rasa sendiri, saat kita tak bisa menyakinkan seorang dengan kepintaran kita, kita buat dia bingung dengan kata-kata kita. 
Lagu sebrang jauh sana, orang bilang ini lagu barat, ya hitung-hitung belajar pronunciation lah. Vocabulary lah. 

1. The Beatles _ Hey Jude

 

Jangan diragukan lagi dengan sang legenda band ini, kiprahnya dalam dunia musik lebih tua daripada umurku, aku suka gaya rambut vokalisnya Jhon Lenon, mirip sahabat karipku dikampung. Banyak yang bilang ini jenis musik country, hanya berbasis gitar sedikit drum, alunan indah sesuai eranya bahkan era saat ini pun tetap. Ini barang kali yang disebut karya abadi. barangkali sih.


2. Scorpion_ Send Me an Angel
 

Tau sendiri arti judul lagunya, dalam hening anda menengadah ke langit sambil berujar "Tuhan kirimkan seorang bidadri untukku". Pasti lagu ini bisa menjadi pamungkas dalam penantian secara umum, bukan maksut mengenai. bagi yang punya cewek ya menanti ceweknya, bagi yang sudah punya istri ya menanti anak, bagi yang sudah punya anak ya menanti mantu, dan lainnya.

3. Muse _ Unintended


Liriknya sendu, sesenduh heningmu saat sendiri. Bahkan dengan merasakannya anda bakal  tidur nyenyak malamnya. Itu baru tahap hepotesa saja bukan sesuatu kebanaran yang jadi torema lho, kalo terbukti, sudah aku kukukan teorema itu dengan nama Teorema Bulu.

4. Aerosmith _ I Don't Wanna Miss a Thing
 Bagi pecinta film pasti tau lagu ini, filemnya Bruce Willis yang Armagedon, ini dia lagu pengiring filem legenda itu. Seolah perasaan campur haru, tak mau kehilangan, tak mau terakhir kali melihat sosok orang yang akan pergi jauh. ya inilah lagunya.

5. Rolling Stones _ Angie

 

Beruntunglah anda saat bernama Angie. Pastikan dengarkan lagu ini, sudah lepas terasa kaki menginjak tanah, terbang ke awan, sambil melambai-lambai kegirangan. 

6. Queen _ Bohemian Rhapsody


 

 Lagunya enak didengar, meski banyak perdebatan didalamnya, tetap lagunya bohay. 
terutama yang liriknya 
I see a little silhouetto of a man 
 Scaramouche, Scaramouche, will you do the Fandango  
Thunderbolt and lightning, very, very fright'ning me
 (Galileo.) Galileo. (Galileo.) Galileo, Galileo figaro Magnifico.
 I'm just a poor boy,nobody loves me
 He's just a poor boy from a poor family
 Spare him his life from this monstrosity 
 Easy come, easy go, will you let me go  
Bismillah (Alinya Wish me luck) ! No, we will not let you go 


7.  Bonjovi _  You Give Love a Bad Name


Paling suka sama gitarisnya, semakin tua semakin modis gayanya, mirip gitaris Gun'n Roses, Slash. Hentakan drumnya rasa-rasa pengen juga ikut berdiri sambil melambaikan tangan ala nonton konser.

8. Bob Marley _ One Love


Si pendobrak rasis Jamaika, pahlawan revolusi bagi kaum tertindas Jaimaika. Orang bilang ini musik pantai, setiap kali mendengarnya anda pasti goyangkan kepala. Buktikan jika tak percaya.

9. Queen _ Love Of My Life

'

Paling demen sama lirik
Bring it backbring it back, 
Don't take it away from me,
 Because you don't know what it means to me
10.  Carlos Santana Feat Steve Tylor _  Just Fell Better


Santana, Gitaris terbaik dunia kolaborasi sama setan rokck vokalis Aerosmith, Steven Tylor, fantastik. Ini yang namanya duet. Sekali lagi tak lah sama duet sepanjang masa, Anang-Ashanti. 


BACA SELENGKAPNYA - Yang Patut Didengar

Senin

Sepotong Sajak Tentang Wanitaku








Wanitaku adalah angin,
ia beri manfaat setiap jejak langkahnya.
Wanitaku adalah malam,
ia beri kerindangan serta kenyamanan.
Wanitaku adalah perjalanan seorang diri.
jalan jalan yang terjal dan kisah yang sunyi.

Wanitaku adalah butir beras panen raya pertama.
ia adalah semangat, adalah harapan, adalah doa yang tunai dan nyata.

Wanitaku puting susu ibu.
adalah kehidupan, adalah kasih sayang, adalah kebutuhan.

Wanitaku adalah api.
membakar birahi menyalakan terang.

Wanitaku adalah jalan pulang
rindu yang kekal dan harapan yang kalis.

Wanitaku adalah kau yang menunggu.
Wanitaku adalah kau yang duduk termenung menghadap jendela, sambil melamun kapan priaku datang.



Wanitaku tak harus kuat.
karna tugasku buat menguatkannya. 
Wanitaku tak perlu bisa memasak
ia hanya perlu tahu cara berpikir dan mencintai anak-anaknya. 
Wanitaku tak harus cantik.
karena berdandan membuang waktu, membuatnya ragu membuatnya berpikir "apakah aku cantik? apakah aku beruban?" sementara kerutan di dahinya, di matanya adalah kisah tentang waktu yang gegas.
Wanitaku tak perlu kaya.
ia hanya perlu cara berbagi juga memberi.
 Wanitaku pemalu.
memerah pipi jika dirayu.
Wanitaku pecemburu.
melihat harap tak sejalan kenyataan.
Wanitaku penuh prinsip.
ia terlahir, menjadi dirinya sendiri.
Wanitaku penuh haru.
menangis terharu membaca hidup dalam pahit dan manis.
Wanitaku sejauh kesabaran dalam penantiannya.
Kamu.

Ya kamu, kamulah wanitaku.


BACA SELENGKAPNYA - Sepotong Sajak Tentang Wanitaku

Rabu

Sekali Lagi, Lailaku



Suatu saat kau marah dan akupun marah akan sikapmu, memang jarak adalah laknat sialan bagi para pecinta, tak mengerti arti bertemu. ketika kita sudah benar-benar dilahap waktu dan jarak. Kita akan belajar arti bersama. Ketika kau tersenyum dan aku terdiam. Waktu melambat dengan segala ketergesahannya. Tapi kukira ada yang lebih seru  dari sekidar saling merinrindu. Yaitu perihal usahamu untuk mengerti aku, perihal kesabaranmu yang seperti muara. Juga ketabahanmu yang tak pernah jera. Kukira aku perlu belajar untuk bisa mencintai utuh sepertimu sayangku.

Barangkali pula ada yang lebih bijak daripada sekedar menulis dan berbicara. Ia adalah tindakan. Semisal cita-cita untuk membahagiakanmu, atau tentang menemanimu disana minum jamu yang menakutkanmu, atau menyeka pelan keringatmu ketika kita berdua menikmati mie yang sangat bedebah pedasnya. Aku, lebih dari siapapun di dunia, ingin bisa menunjukan tindakan padamu daripada hanya sekedar kata-kata manis.

Tapi seperti yang selalu kubilang. Hidup tak akan pernah sebrengsek ini apabila setiap keinginan kita terkabulkan. Manusia seringkali dipaksa memejalkan diri, menyabung nasib hingga tahap yang paling kalis untuk bisa sedikit lebih dekat dari keinginannya. Manusia lantas bersiasat soal keinginannya, memendam gelora sedemikian rupa hingga tanpa sadar keinginan itu lantas padam. Kukira hidup hanya sekedar barisan-barisan kekecewaan. Kamu tahu itu kasihku?

Beberapa dari kita begitu keras memendam keinginan sehingga ia menjadi robot. Menjalani hidup secara otomatik. Manusia yang menjadi sekrup untuk menggerakan sebuah mesin raksasa bernama masyarakat adil dan makmur. Lantas mereka menjadi mayat hidup. Sebuah entitas organik yang tak lebih dari pelumas dari organisme brengsek raksasa bernama pemerintah.

Aku tau kita tak begitu sayangku. Aku tau kita tak akan pernah mau menjadi itu semua. Lebih dari apapun yang ada. Kita ingin menjadi seorang tumbal, sebuah sekrup, setetes pelumas. Kita adalah manusia yang memilih merdeka ditengah jutaan mayat hidup di kota. Kita berdua menanam bibit mimpi. Merawatnya pelan-pelan. Memberinya pupuk harapan. Kita berjuang menumbuhkan keinginan ditengah belantara bernama ketidakpedulian.

Sayang. Kau tentu tahu bermimpi membutuhkan nyali. Bermimpi adalah pekerjaan gawat berbahaya yang hanya dilakoni oleh para pemberani. Mereka yang tahu benar dalam meraih mimpi kita hanya memiliki dua pilihan. Bertaruh habis-habisan atau kalah telanjang. Namun semua itu hanya perkara jalan hidup sayang. Hidup kita yang seringkali hanya bisa merintih perlu sesekali dilecut dengan ketakutan dan kengerian masa depan. Agar tak perlu ada lagi sedu sedan penantian.

Memang kita wajib berdo'a sayang. Doa yang barangkali hanya bisa kita rasakan. Seperti yang selalu kubilang sayangku. Puisi tak bisa dimengerti melalui hitung-hitungan rumus. Puisi selalu mewujud sebagai upaya mencari jati diri. Upaya untuk meredam segala yang wujud untuk memahami yang fana. 

Mungkin ini semua tak penting bagimu. Aku tahu kau tak suka hingar-bingar dunia maya, Tak ada waktu bagimu untuk sekali lagi menjerat makna dari tulisan sentimentil ini. Tapi bagiku sayang, ketika kau jatuh cinta dan mencintai. Hidup adalah keberanian untuk berkata jujur. Bahwa diri ini tak lebih baik dari berak di jamban.

Terakhir sayang, Saat kau memanggilku abi, luluh lanta terasa sendi ragaku, aku berdo'a semoga Tuhan memudahkan jalan untuk aku yang biasa kau panggil sayang, abi, dadut, panda, mas dosen, bahkan abang bersegerah meminangmu, tungguh aku sayang. Dengan segelah kerendahanku, kabulkanlah Tuhan.


BACA SELENGKAPNYA - Sekali Lagi, Lailaku