Photobucket

Rabu

Biarkan Aku Meragu



Di balik pojok bangunan itu, menatap nanar mata di depan layar, oh lihatlah kini, disana setangkai bunga kamboja menantang sinar dengan tenggelam dibalik daunnya yang kecoklatan, dan rasakan juga hembusan angin di lorong ruang taman itu, menyipitkan mata untuk bersegarah ke peraduannya, kini, pikiran memulai berimajinasi, sungguh di siang bolong ini akan begitu nikmat merasakan nikmatnya kasur. Anggap saja ini sebagai kalimat rindu untuk tidur siang. ahaha

 
Apa yang bisa kau peroleh dari dirimu?
ah, pertanyaan ini terlalu filosofis untuk ditanyakan seorang Wong Bulu, aku bukan sebuah isme yang sudah hidup selama ribuan tahun, apalagi dapat mengurai makna hidup. Dan seandainya kalian sudah terlanjur menyetujuinya, maka ya sudahlah, aku tidak meminta kalian percaya pada apa yang aku katakan. 

Aku selalu terjebak dalam sebuah pengembangan jati diri, maka ijinkanlah, mulai saat ini namaku adalah "ragu". Setiap detik aku diberi nikmat hidup, tapi entah kenapa, setiap itu pula timbul dalam pikiran menjadi kembaran idola dalam kebanggaan-kebanggaan eksistensi perjalanan, anggap saja itu sebagai peniru, plagiat atau photocopy berjalan.
Saat melihat adegan fantastik Superman, timbul naluriku mnejadi dia, mempunyai kekuatan super, dengan pakaian ataupun sempak super, mungkin bagi kalian para wanita, lebih indah sempak merah itu dirubah menjadi sempak pink dengan kekuatan elastis buat diet. akupun kadang berpikiran, alangkah indahnya jika Superman hanya memakai sempak dan jubah merahnya tanpa pakaian segitiga bergambar S-nya itu. 

Bergeser ke dunia nonheroik, aku terkagum-kagum dengan sosok revolusioner-revolusioner dalam hal apapun saja, baik revolusi politik, revolusi kemerdakaan bahkan revolusi agama. Aku ingin menjadi mereka, berjuang seperti mereka, merasakan pedih-pahitnya hidup seperti mereka. 

Dan pada akhirnya dari semua sosok-sosok yang ingin aku tiru itu hanyalah semakin menjauhkanku kepada diriku, jangan salahkan aku, karena aku adalah ragu, tapi bukan berarti aku adalah sebuah pendirian didalam epistemologi  yang menyangsikan kenyataan yang diketahui baik ciri-cirinya maupun eksistensinya,  aku memilih meragu karena itu satu-satunya cara bagiku mengenal diriku, semakin tau tentang semua yang perlu, aku tidak mau menjadi saudaraku, percaya. Dia selalu yakin akan semuanya, yakin pada idola-idolanya, yakin akan apa yang baru sebiji pengetahuan yang diperolehnya. 

Maafkan, jangan meniru diriku, manusia diciptakan dalam keadaan berbeda-beda, baik dari struktur anatomi, maupun psikologi tingkah laku jadi manusia satu dengan manusia lain tidak mungkin sama. Apalagi kau meniru hanya karena suatu anggapan luar bahwa "dia" itu baik. Itu hanya baru sebuah hipotesis dirimu yang memiliki paham sementara dipakai tapi belum nyata kebenarannya; satu prasangka, satu kepercayaan semata-mata. 

Baiklah, ragu akan membimbingmu untuk menjadi tahu, setiap keraguan yang ada pada dirimu akan membawamu mempelajari sesuatu, dan jika itu terjadi barulah ragu akan berganti menjadi yakin seyakin-yakinnya akan sesuatu.



0 comments:

Posting Komentar

sampaikan unek-unekmu....!!!