Photobucket

Kamis

Dan Berkatalah Jin Gejrit...

Selamat siang menjelang rasa ngantuk dan lapar kawan..
Untuk mencegah kamuflase penglihatan maka ijinkanlah saya mendendangkan sebuah cerita, seandainya saudara sudah tau siapa saya, dan bagaimana suara saya saat berceita, mohon jangan bersedih dan tutup telinga atas jeleknya suara saya karena hari ini saya hanya bercerita lewat sebuah coretan e-kertas yang bisa kawan baca saat ini. 

Disuatu daerah antah branta, terdapatlah tiga sahabat yang memulai debut persahabatanya di dunia kampus, jangan sebut mereke 3 Idiot. Bukan. mereka adalah Arjuniyanto, Jaka Tuak dan Raden Ngebol. Mereka adalah pemuda dengan ciri-ciri yang khas, tidak sama satu dengan yang lain, mungkin saya bisa jelaskan agak jelas kalau;

Arjuniyanto seorang  yang penuh kharismatik, ganteng (koyok areng), flamboyan, cassanova, dan sekali berkedip wanita langsung pasrah, tinggi, tegap berjalan prok prok prok, kuat, Arjuniyanto gemar main wanita, selalu mengikuti teori imigrasi, berpindah dari satu wanita ke wanita lain.

Jaka Tuak seorang buntet, rambutnya mirip keset yang setahun tidak dicuci, kalo berjalan tergeyol-geyol seperti Drunken Master, dan buncit seperti kurcaci wanita yang sedang hamil, Jaka Tuak memang tidak bisa lepas dari yang namanya minuman, mulai dari  Wine, Vodka, Tequila, Beer sampai minuman kelas internasional sejenis Bir Bintang, Topi Miring, Arak, Ciu, dan Cap Tikus pernah diteguknya, sambil minum dia selalu bernyanyi , "Merasantika, okay".

Raden Ngebol seorang kurus kering, ceking, cagak listrik dan kalo menginjak kotoran tidak akan penyet, dia orang yang tidak perlu kendaraan dalam bepergian, secara otomatis tubuhnya akan tertiup angin jika dia keluar. Raden Ngebol ini suka sekali dengan rokok, sehari tidak merokok sama akibatnya dengan digebuki orang sekampung, hampir semua rokok pernah dicoba, mulai dari Dji Sam Soe, Djarum, Mild, Bentol, Tingwe(ngglinter dewe) sampai kalau tidak ada uangpun dia naik di pohon jambu, sambil ngglintir daunya untuk disedot

Mungkin, karena kebosanan yang memuncak di dunia kampus, mereka bersepakat bepetualang dari pucuk  Monas sampai ke puncak Everest (aduhe cok), ditengah perjalanan, karena hari mendadak hujan-- padahal menurut badan meteorologi dan geofisika hujan tidak akan terjadi setahun ini-- mereka berteduh di bawah pohon Beringin yang sangat lebat, ditengah petir menyambar-nyambar, guruh berteriak-teriak, mereka bercanda tawa sambil menunaikan apa yang disukanya masing-masing kecuali Arjuniyanto yang hanya menyelipkan tangan di dalam celana dalamnya (mboh arep opo). Saat  hujan reda mereka melihat sebuah botol yang jatuh dari rimbunan pohon Beringin, dengan tanggap Jaka Tuak menyadari kalau itu botol kosong Bir Bintang warna putih dengan ukiran khas Jepara. Saat dibuka tutup botol oleh Jaka Tuak, keluarlah suara aneh. 
...Huaahaahahah..hahahaha.huahahiiiiiikkk... (keselek coro) !
Karena mereka sudah terbiasa bermain dengan kawanan iblis jadi tidak ada rasa takut sekecil apapun diraut muka mereka, sambil marah mereka sama-sama berkata, "Djancuk,, sopo koen, guyumu gak mbois blas, gateli" (Tak usah saya artikan, yang mau tau silahkan berguru pada orang-orang surabaya). 

"Aku Jin Gejrit, suwon mas, wes mbebasno teko botol, huahaaaa huahahahaha huuuueeeeekkk (keselek tikus) " Jawab si Jin.

Dengan manggut-manggut mereka mengerti siapa sebenarnya Jin Gejrit, menurut penerawangan Raden Ngebol, secara epistimologi, Gejrit itu sebuah kata ubahan yang menggambarkan betapa gilanya seseorang, dan tentunya dengan sematan Jin berati dia memang bisa dikatakan seorang filsuf Jin yang mumpuni, karena hanya orang-orang hebat dalam berfikir yang akan menjadi gila. Karena senang dengan ta'aruf tiga pemuda ini, Jin pun memberikan hadiah, masing-masing perminaannya akan dikabulkan. Cukup waktu 5 menit yang dibuthkan tiga pemuda ini untuk mengatakan apa permintaan mereka,


" Jin, saya minta semua wanita cantik di seluruh dunia di dalam goa bersama saya dan tutup goa itu dengan batu besar " permintaan Arjuniyanto.
" Mission acomplished" Jawab Jin Gejrit.

"Jin, Saya minta semua minuman keras terbaik di dunia dikumpulkan bersama saya di goa dan tutup goa itu dengan batu besar " Pemintaa Jaka Tuak.
"As you wish Master" Jawab Jin Gejrit.

"Jin, Saya minta rokok kualitas terbaik di seluruh dunia diletakan di dalam goa bersama saya dan tutup dengan batu besar pintu goanya" permintaan Raden Ngebol.
"Done " Jawab Jin Gejrit.


Dan ketiganyapun lenyap berada di goa bersama keinginanya .
And the next 10 year later...

Jin Gejrit tersadar, dia telah lupa membuka pintu goa selama 10 tahun, bergegaslah dia melayang dengan sajadah  terbangnya dan berada secepat kilat di dalam goa masing-masing pemuda itu. Setelah berada persisi di pintu goa, Jin terheran saat ;

Pintu goa pertama dibuka, tampak Arjuniyanto menuju pintu goa dengan ngesot, tampak pucak pasih, lemah lunglai tak bertenaga, seperti mengalami dehidrasi akut, tulang punggung retak dan tanda-tanda kehidupannya mulai pudar, kata puitis terkhirnya sebelum meninggal ialah " wanita adalah cawan racun dunia, jangan terlalu banyak cintai wanita atau kau akan terbunuh olehnya...!!!"

Pintu goa kedua dibuka, tampak  sesosok mayat berbau busuk, dengan perut membesar, biru kemuda-mudaan bercampur nana-nana berserakan, setelah didatangkan Tim Forensik dari FBI,  diketahui Jaka Tuak sudah meninggal 5 tahun yang lalu akibat gagal ginjal dan dan lambung pecah akibat terlalu banyak mengkonsumsi alkhol berkadar tinggi.

Tak mau kehilngan penyelamat yang ketiga kalinya, Jin Gejritpun berdo'a kepada junjungannya agar Raden Ngebol diberi keselamatan dari Yang Maha Kuasa,
Pintu goa ketiga dibuka, plak..plak...plakkkk, Raden Ngebul tiba-tiba memukuli Jin sejadi-jadinya, mengumpat,memaki dan menendang semua anggota badan Jin.
"Ada apa raden, kenapa saya dipukuli, ampuuun raden, ampuuun" tanya Jin Gejrit
" Kamu gila ya, memang sudah ngabulin permintaan rokok saya, tapi selama 10 tahun saya ngadepin rokok tanpa korek ! MANA KOREKNYAAA ? "teriak Raden ngebul
"Lhoooo..salahmu dewe cok, gampang diprovokasi  Jin macam aku, aku kan cuma mengabulkan permintaanmu rokokmu bukan korek " Maki sang Jin Gejrit

Dan begitulah akhir cerita ini, sama sekali saya tidak membela para perokok maupun tidak menganjurkan untuk merokok, pandai-pandailah kawan memahami inti suatu cerita, terkadang didalam suatu cerita yang konyol terselip hikmah yang sangat berguna, dan yang terakhir cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan nama dan tempat mohon dimaafkan.

0 comments:

Posting Komentar

sampaikan unek-unekmu....!!!