Photobucket

Senin

Bumi Menanti Cinta




Akhir-akhir ini aku muak kudu muntah ketika melihat berita tv, membaca koran, status FB yang menjalar menjadi debat kusir, semua itu hanya berisi tentang pembenaran - pembenaran pemikiran masing-masing orang. Indonesia ini memang negri Jancuk. Semua hal yang bisa dibilang sepeleh bisa menjadi sepoloh. Mulai dari politik yang selalu merasa menang sendiri, berkelahi gontok-gontokan tapi akhirnya rukun juga. aku jadi teringat perkataan Andy Noya dalam acaranya, dia pernah bilang "Dalam politik tidak ada lawan dan musuh abadi yang ada hanya kepentingan yang abadi". Kalo kita cermati bener juga kata bung Andy ini, ingat peristiwa Orde Baru???
Ya saat itu semua tokoh politik bulat satu suara "turunkan Soeharto", tiga Tokoh yang dinilai sebagai garda terdepan Amien Rais, Megawati, Gus Dur seoalah-olah tidak ada hijab yang menyelebungi otak mereka, ketiganya sama terlihat seperti Rama, Sinta dan Lesmana dalam Ramayana, rasa persaudaraan yang kuat dan keliahatannya tidak akan pernah lepas .dan lihat sekarang apa yang terjadi???
Semua berambisi menjadi pemimpin bangsa,semua gontok-gontokan berdalih dengan pembenaran ideologi masing-masing . What the hell man !!!

Masalah agama, kalau ini jangan ditanya lagi, memang agama ini perkara sensitif bagi semua pemeluknya sepertihalnya wanita dengan umurnya selalu merasa sensi jika ditanya. Kalo boleh dibilang agama itu soal kita berikhtiar saja, terkait hasilnya kita yakini saja, benar atau salah itu bukan urusan kita,kalupun Gusti Allah turun langsung kebumi dan  woro-woro pake speaker salon masjid menyatakan yang ini benar yang ini salah, apa  kita bisa belajar??? tidak akan.karena kita sudah tau jawabnya.
Yang perlu kita yakini hanya Intansurullaha yansurkum wayutsabbit aqdaamakum (jika kamu menolong agama Allah, pasti Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukannmu), masalah cara kan banyak, ya inilah yang sering diperdebatkan masalah cara, kalau kita menolong orang tenggelam di laut kan bisa pake perahu feri, sampan, perahu dogolan atau bahkan pake helikopter sekalipun terus buat apa gontok-gontokan masalah cara, selak mati seng wong tenggelem iku.

Indonesia ini negara yang asyik jangan dibuat membosankan, kalau mau jujur orang Indonesia ini tidak cocok menjadi pemikir-pemikir serius sepertihalnya Plato, Nietsche, Al-Ghozali dkk, cocoknya orang Indonseia ini ya jadi Abu Nawas dengan segala selengekane, Indonesia ini kan negara howone adem-panas jadi seharusnya otaknya juga begitu, coba kita bagaimana kalu udara dingin panas bercampur kan jadinya gak karuan, yow wes nginiku seharuse wong Indonesia iki

Percaya atau tidak, seharusnya Indonesia ini menjadi sentral dunia, karena orang-orangnya sering slengek an , kalu kita cermati orang yang slengek an ini biasanya pinter menggombal dan orang yang pinter ngegombal ini seharusnya hidup penuh cinta. karena tidak akan ada gombalan kalau orang itu tidak punya cinta. Nah cinta inilah yang dibutuhkan dunia saat ini. Dengan cinta semua strata kasta tidak bermakna, Bima yang dari kalangan satria rela menikah denga Dewi Arimbi dari kalangan denawa/raksasa, semua dilakukan Bima karena sudah kesemsem sama Dewi Arimbi alias jatuh cinta, dan hasilnya muncul Gatot Kaca dari pernikahan mereka berdua, opo ora sakti Gatot Kaca iku, manuvere pesawat Sukoi aja masih kalah jauh sama terbangnya Gatot Kaca.kalo pesawat Sukoi menabarak gunung Salak terus ambles pesawatnya, beda dengan Gatot Kaca, dia  menabarak gunung Himalayapun yang ambles gunungnya bukan dianya, dengan cinta semua itu terasa indah, seperti kata almarhum gombloh "Kalau cinta melekat tai kucing rasa coklat".

Percaya deh, manusia ini seharusnya diciptakan dengan watak slengek an bukan serius, dari awal penciptaannya manusia sudah slengek an, nabi Adam AS sudah diberi kedudukan yang enak disurga ditemani sang istri Siti Hawa  yow ije slengek an jupuk buah kuldi , ya dihukum Adam turun kebumi.  Jadi Bumi yang indah ini butuh cinta kita kawan, cintai Bumi agar dia bernafas kembali. Sekian dan terimah kasih .


0 comments:

Posting Komentar

sampaikan unek-unekmu....!!!