Photobucket

Sabtu

Kartini bukan Kartono

21 April 2012
    Kartini meradang menuntut arti kebebasan dari kaum wanita.kartini adalah sosok wanita yang menjadi inspirasi bagi wanita abad 20 ini.mununtut arti kesetaraan dari segala sendi,memperjuangkan hak wanita yang terpenjara dalam jeruji kamar.mungkin jika kartini masih hidup dia akan menangis terharu bahkan tertawa terbelalak melihat aksinya menulis surat dijadikan  sebagai kitab suci wanita saat ini.dengan kata “emansipasi”, kartini abad ini selalu mempunyai alasan untuk menjadi kartono disiang hari,mulai dari penuntutan kesetaraan pendidikan ,kesetaran status pekerjaan ,kesetaraan ikut serta pemerintahan bahkan sampai pada titik kesetaraan menjadi imam(pemerintah) ataupun imam (masjid).

Dari awal sampai saat ini,wanita memang mempunyai sejarah berliku dan panjang.saat Tuhan menciptakan adam dengan segala keistimewaannya dan kehebatannya ,adampun masih merasa ada yang kurang dalam dirinya.merasa bahwa keistimewaan dan kehebatannya tidak berarti apa-apa.tapi Tuhan yang menciptakan,Tuhan juga yang mengetahui apa yang diciptakan.dengan segala kebijaksaanNYA ,tulang rusuk adam diubah menjadi sosok wanita yang disebut “Hawa”untuk menjadi teman hidup adam bukan menjadi saingan.dengan segala sifatnya,wanita adalah sosok pencair yang hebat dalam “emosi” laki-laki,terbukti,adam dengan berani memakan buah khuldi yang dilarang. Seolah tidak peduli dengan segala resiko yang ada nanti.

Berganti zaman bergantipula peran wanita dalam kehiudpannya.dijaman aksial (abad 16 – 9 SM) misalnya,wanita hanya dipandang sebagai alat “pelengkap” untuk keperluan laki-laki.ketika ritual pemujaan terhadap dewa-dewa yang disembah akan dilakukan,wanita adalah sarana yang pas untuk dijadikan “sesaji” dalam ritual,baik untuk dewa “kebaikan” atau “keburukan” wanita adalah syarat mutlak dalam sempurnanya ritual.tidak sebatas itu,fisiknya yang lemah membuat wanita sering menjadi “alat pemuas” yang mudah didapat saat itu.bahkan dalam sebuah riwayat sejarah,saat itu hampir 80 % penduduk mediterania timur atau barat,wanita diatas kematangan umurnya sudah tidak perawan lagi.kalaupun ada ,itu sudah pasti wanita kecil alias” anak-anak”.pemerkosaan,pembunuhan,dan pelecehan hampir dirasakan wanita saat itu.

Berbeda kondisi wanita dari abad 8 SM sampai abad 12 M,bisa dibilang saat itu wanita diperlakukan dengan sangat hormat,ya saat itu mungkin kita lihat dari sisi saat pemuda arab membawa nubuwah tentang kehidupan,”Muhammad”,sosok yang bisa dibilang menghilangkan status rendah dari wanita menjadi status terhormat.kemuliaan,keistimewaan wanita menjadi nyanyian sehari-hari bagi wanita saat itu .kalau boleh dibilang.saat itulah makna dari seorang wanita didapat.mungkin sudah menjadi sifat wanita “yang semakin dimanja akan semakin besar kepala” .era kebebasan dimulai dengan segala imperium yang ada,batas antara bebas dan lepas sudah menjadi dinding tipis yang sulit dicari penyekatnya.dengan segala atribut kesetaraanya wanita menginginkan status lebih tinggi dari pada seorang laki-laki.begitupula laki-laki seperti akan membalas dendam atas ulah “hawa” (tentu atas bujuk rayu iblis) yang merayu adam untuk makan buah khuldi dan menjadi penyebab terusirnya manusia dari surga.wanita dan laki-laki seolah-olah bertarung mati-matian untuk memperoleh status dari masyarakat atas siapa yang paling hebat,dan menjadi saingan yang saling menjatuhkan.

Masa abad 20 ini bisa dibilang masa keemasan dari kaum wanita.dari mulai rumah sampai negara,hampir semua ada sosok wanita yang menjadi sentralistik dari sebuah perubahan.emansipasi menjadi harga mutlak yang harus diperoleh.
Wanita seharusnya tetaplah menjadi wanita, dia tercipta didunia sebagai selimut dunia bagi laki-laki.wanitalah yang akan merubah dunia.bukan dengan senjata tapi dengan konsep kasih sayangnya.wanita seharusnya seperti”dewi kunti” dalam mahabaratha,yang selalu siap mendidik putra-putrinya kedalam jagat “kestrianya”,dewi kunti dengan segala keistimewaannya tetap menjadi seorang ibu yang berhasil menjadikan anak-anaknya menjadi “lelaki sejating jagat”.semandiri-mandirinya seorang wanita,setinggi-tingginya status seorang wanita,dia harus sadar bahwa kelak dialah yang akan meneruskan perubahan sebuah bangsa.butuh wanita yang terbaik untuk menhasilkan anak yang terbaik pula.bukan terbaik dalam menindas laki-laki maupun terbaik dalam hal pamer diri tapi terbaik dalam budi dan kasih.mungkin dengan begitu indonesia akan berkata “oh kartiniku,aku sayang padamu”.sampai kapanpun wanita tidak akan sehebat laki-laki dan begitupula laki-laki tidak akan sehebat wanita.semua tercipta dengan segala tempat yang ada.ada sisi yang tidak bisa dikerjakan laki-laki dan ada pula sisi yang tidak bisa dikerjakan wanita,semua harus sadar itu.semua harus berada ditempat yang semestinya.wanita jadilah  seutuhnya hakikat seorang wanita dan laki –laki jadilah seutuhnya hakikat laki-laki.

Kartini hanya sosok wanita yang ingin mengeluarkan wanita dari terali kamar sempit,dan menuntut diberikannya hak murni dari seorang wanita,bukan menuntut emansipasi secara berlebihan.semua hak wanita sudah terpenuhi saat ini.perjuangan kartini sudah lebih dari berhasil,jangan kau tuntut dan perlebar emansipasimu dalam kondrat seoraang wanita.kartini akan tetap menjadi kartini dan jangan sekali-kali merasa pantas untuk menjadi kartono.
 

0 comments:

Posting Komentar

sampaikan unek-unekmu....!!!