Photobucket
Tampilkan postingan dengan label Berkelana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berkelana. Tampilkan semua postingan

Senin

Suroan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah

"... Bukan gunungnya yang harus ditaklukan tapi diri kita.."

Disela hingar-bingar sibuknya para mahasiswa menuntut ilmu, terselip ide beberapa mahasiswa untuk malakukan pendakian, entah "beberapa" mahasiswa ini jenis mahasiswa apa, mereka seperti tak terkategori sebagai para penuntut ilmu pada umumnya, setidaknya kata Man jadda wa jadda tak berlaku bagi mahasiswa tipe ini, yang ada hanya bagaimana disela sibuknya mahasiswa menuntut ilmu itu harus tercapai maksut hati untuk naik gunung, mungkin ini yang disebut mahasiswa alasan, anda tau ayam alasan?  ayam alasan tak pernah mau terkungkung dalam penjara kurungan, dia lebih memilih berkeliaran bebas sampai menemukan persinggahannya, ya seperti itulah mereka. Jangan dianggap jika kalimat pembuka diatas tidak seperti kenyataannya, 

Suroan, sebutan dari orang jawa dalam pergantian tahun dalam penanggalan Jawa, atau Muharam dalam penanggalan Islam. Menurut Mitologi kebudayaan Jawa, saat paling sakral adalah saat 1 suro, entah ada apa didalammnya, tapi dalam unek-unek otakku, sakral yang dimaksut adlah terkait dengan pergantian tahun, dengan segala hal yang terjadi ditahun sebelumnya, suatu ke-sakral-an untuk memulai aktifitas koreksi semua ditahun sebelumnya dengan harapan ditahun berikutnya bisa lebih baik lagi, entah koreksi dalam bentuk renungan, do'a, ritual ataupun yang lain. dimoment 1 Suro inilah saat  yang paling ditunggu bagi "beberapa" mahasiswa ini untuk melihat langsung ritual budaya penduduk gunung Lawu dalam peringatan pergantian tahun baru Jawa dan mungkin ikut berkesempatan melihat akitifitas ziarah "makam" atau mungkin lebih tepatnya petilasan Prabu Brawijaya V, raja terakhir kerajaan Majapahit, yang dipercaya penduduk setempat pernah menetap di puncak gunung Lawu saat terjadi pengejaran dari Kerajaan Demak Bintoro. Sudah pasti ingin merasakan pasar malam di gunung, gunung yang terlihat sepi akan terlihat sangat ramai saat ada moment Suroan. 



Rabu, 15 November 2012
Berkumpullah para pemuda dari berbagai jenis topologi manusia, mulai dari hidung mancung, rambut kriwol, kulit putih, hitam, badan kurus, perut buncit, tinggi semampai  Sesuai dengan komitment yang terucap bersama-sama mendaki gunung Lawu. Terhitung ada 14 mahasiswa aktif berkumpul di parkiran Jurusan FMIPA ITS berniat menuju Terminal Bunguraseh Surabaya, dengan segala keribetan makluk Indonesia, rasa-rasanya jam molor sudah menjadi makanan sehari-hari, rencana berangkat jam 13.00 WIB menjadi berangkat jam 14.00 WIB. Baiklah, tak usah saya uraikan panjang lebar alasan molor karena saya yakin anda semua bisa menebak, banyak alasan menuju pembenaran.
Tim kentut

Di jantung Terminal Bungur 14 mahasiswa ini berkumpul, menunaikan sholat sembari menunggu 1 mahasiswa fresh graduate untuk merapat bersama. Sekitar jam 16.00 WIB ke-15 remaja ini berangkat menuju Terminal Maospati Magetan. Setelah sampai sekitar jam 22.00 WIB, bergabung lagi 1 alumni mahasiswa STAN untuk turut serta melakukan pendakian, dengan aksi tawar menawar seperti para pedagang pasar Atom Surabaya, menawar harga carter mobil menuju basecame Lawu jalur cemoro sewu, magetan. Dan pasti anda semua bisa menebak, perang tawar menawar harga carteran dengan kondisi minimnya pengalaman berdagang seorang mahasiswa melawan celoteh sang calo sebagai orator para sopir, dari harga Rp 30.000/ orang yang ditetapkan, tak seperserpun berubah akibat perang tawar menawar. 

Jam 23.30 WIB, 16 mahasiswa yang biasa disebut Ade, Umar, Wong Bulu, dio, khoiron, mas Rizal, wawat, emma, anik, ato', aziz, pandi, miko, doni, egy, Rosyid sampai di basecam Cemoro Sewu Lawu. 

"Krik..kriiik..krikk" suara jakrik sebgai penanda heningnya suasana gunung tak terlihat sama sekali, yang ada hanya suara besingan motor, suara tapak-tapak kaki seperti suara para prajurit saat bertempur di medan perang. satu kate "rame beeeuuut" (penambahan e dan u menandakan sangat-sangat dan sangat). Dingin yang menusuk disertai rengekan cengeng perut memaksa kita untuk makan sebelum pendakian. Selamat makan !!!


Kamis, 16 November 2012
Tepat jam 01.30 WIB kita memulai pendakian. Seperti biasa, ketakutan menjadi alasan ampuh untuk berdo'a, dengan latar belakang pernah menjadi santri KH Abu bakar Ba'asyir, ade memimpin do'a dengan khidmat disertai ceramah singkatnya. 

Kepingan-kepingan semangat mulai menggumpal menjadi tenaga, melawan dingin menapaki jalanan menanjak. Baru selang bebarapa langkah, emma dan anik melakukan manuver dengan mengikuti pendaki lain ke arah yang salah, entah itu bagian dari candaan mereka atau tidak, saya tak tahu, tapi yang jelas hal itu sangat lucu. Tak terbanyangkan jika kita tidak meneriaki mereka untuk kembali ke barisan rombongan yang benar, rombongan sirotol mustaqim.

Suara-suara tapak kaki dari pendaki lain menjadi alunan irama yang memecahkan kesunyian, benar dugaan kita, walau kita naik jam 1 pagi tetap saja masih ramai, memang benar-benar seperti pasar malam, berdesak-desakan untuk memilih jalan. Bahkan kitapun bersimpangan jalan dengan motor dan mobil bertenaga truk, Bisa dibayangkan betapa ramainya saat  itu?

Dengan kondisi kecapekan akibat otak mutar saat kuliah hari rabu dan juga perjalan jauh Surabaya-Basecam membuat kita harus istirat lama sebelum melanjutkan ke puncak. Sekitar jam 02.30 WIB, kita sampai di Pos 2. Tak seperti biasanya pos-pos gunung lain, saat Suroan gunung lawu memang beda, di pos 2 hampir-hampir kita tak dapat tempat untuk tidur, terpaksa harus untel-untelan saat tidur. Bahkan si raja pulsa, Dio, tidur ala pertapa hanya dengan duduk sambil menundukan kepala, kalau pertapa mungkin mencari wangsit tapi beda dengan Dio, dia bertapa untuk mencari sinyal. Dengan ramainya suasana, sayapun enggan untuk tidur, akitifitas bermain poker manjadi daya tarik tersendiri dalam mengisi waktu begadang ditemani ekstra joss hangat dengan goreng-gorangan, jangan kaget ada jajanan. hampir disetiap pos gunung lawu ini terdapat warung siap saji yang buka dan tentunya dengan harga agak berbeda dari warung biasanya.

Tepat jam 05.30 WIB. kita memulai pendakian ke puncak lagi, inilah saat-saat paling melelahkan antara Pos 2 sampai Pos 3 hampir-hampir berisi tanjakan tiada bonus.

Keluh kesah hampir-hampir tak dapat tertahan jika tak diimbangi dengan candaan-candaan, berbagai macam variasi candaan, mulai dari enyek-enyekan, entut-entutan, melirik pendaki yang bersimpangan menjadi media efektif melawan lelah. Meskipun ujung-ujungnya lelah juga.

Sekitar jam 08. 00 WIB, kita sampai di Pos 3. Masih seperti sebelumnya, di Pos 3 pun terlihat ramai dengan pendaki-pendaki lain yang singgah, tapi  di Pos 3 ini tak ada warung seperti di Pos 2. Ritual penolak capekpun kita lakukan, berfoto-foto, tak bisa dibanyangkan saat itu jika tak ada kamera, bagi kami pendaki pemula, foto ibarat asupan tenaga yang wajib ada. 

Dikanan-kiri hanya terlihat tebing bukit tingi menjulang, jalanan terasa semakin memaksa keringat keluar ke peraduannya, tak terhitung berapa liter keringat yang keluar, mungkin jika bisa di jual eceran lumayan buat beli makan selama seminggu. Didepan mata hanya terlihat batu-batuan besar tertata seperti anak tangga berbentuk jalan makadam, tak terlihat ujung jalan berbatu ini, seperti kita menaiki sebuah anak tangga yang tak ada habisnya, mungkin inilah mengapa para pendaki menyebut track ini dengan sebutan Rante Ondo.

"Bentar rek, santai dulu. capek" hampir semua berkata demikian.
"Tooooot." Sebuah bunyi panggilan alam dari dalam perut, entah siapa yang memulai, seakan kentut sudah menjadi sebuah ritual yang harus dilakukan saat menapaki jalanan naik.
"Ayo rek, bukan gunungnya yang harus ditaklukan tapi diri kita sendiri, rasa malas harus kita taklukan, puncak menunggu kita" bertuturlah Umar faruq(jangan terkecoh dengan nama, meski nama mirip salah seorang khalifah rosyidah, tapi percayalah, itu semua tak tercermin dalam dirinya).
Rante Onde yang melelahkan

Kelelahan kaki menapaki rante ondo membuat salah satu tim harus memulai candaan sebagai mediasi kelelahan dan kekuatan, seperti tersiram air dingin, melintas dengan anggunnya seorang bidadari yang entah dari mana, rambut hitam terkurai lurus, bibir dengan gincu alami menandakan dia wanita rumahan yang jarang berpanas-panasan. 

"Ayoo reek, ngarep ono kera betina" entah siapa yang berucap.
Tuhan memang Maha Adil, diciptakan keindahan dengan sempurna, ditengah teriknya matahari, disela tanjakan tak berujung, dimunculkan sosok wanita yang menyegarkan mata. Bukan sebagai hidung belang tapi pengagum ciptaan Tuhan, seloroh salah seorang gerombolan.

Putih, berserahkan ditanah, samping kanan hanya terlihat pemandangan bukit beserta atap-atap kota, lintasan awan hanya terlihat menyingkir tanpa mau menaungi, terasa sekali terik sinar matahari ditengah sisi kanan jalan yang anpa pohon. 

Batu kapur orang sering menyebut nama Pos 4 itu, tepat jam 09.00 WIB kami sampai di Pos 4, sebagai tanda berakhirnya penderitaan menapaki tanjakan Rante Ondo, setelah mengisi tenaga dengan foto, timbul pikiran untuk langsung naek ke atas. perut yang tak tertahankan melibatkanku untuk lepas dari tim dan berjalan mendahuli ke Pos 5, mengisi perut di warung.

Dengan cakra yang sedikit tersisa,saya sebagai seorang berdengkul lemah memulai menapaki jalanan seorang diri hanya dengan semangat mencari makanan. Meengabaikan rasa lelah dengan terus melangkah, sebuah motivasi hidup yang sederhana tapi sangat efektif mengahasilkan tenaga dari dalam, orang Cina bilang, aliran chi yang tersimpan dari dalam harus segera dikelauarkan agar bisa menjadi tenaga yang luar biasa dalam hidup.

Tepat jam 09.45 WIB, saya sampai dipertama menuju warung pusat Mbok Yem, bau harum gorengan,  memaksa diri yang lapar ini untuk bersegerah berhenti ke peraduan warung. 

Setelah dirasa terisi,  Tim melanjutkan perjalanan menuju warung Mbok Yem sebgai tempat singgah terakhir pendakian.

Jalanan mulai terbuka, kita berada disekitar ketinggian 3000 M, angin berhembuis dengan pongahnya, tanpa peduli ada orang lewat. Tak terlihat pohon-pohon besar, yang ada hanya rimbunan kering cemoro kecil yang tak bisa dibuat berteduh dari panas. berbelok menikung layaknya Michael Schumacher dalam pertandingan F1. Sendang tak terlihat air didalamnya, semua kering, warung-warung yang ada hanya menyimpan air yang terbatas untuk keperluan mereka. Namun sedikitnya iar tak menyurutkan langkah kami untuk bersegerah sampai di warung Mbok Yem.

Mungkin rasa penasaran yang menginggapi perasaan teman-teman akan sosok Mbok Yem?
Menerut desas-desusu yang beredar, beliau adlah kuncen Hargo Dalem (pesanggrean/makam Prabu Brawijaya V), beliau hanya tinggal di warung dengan melawan dinginnya aingin selama hampir 20 tahun tanpa melihat situasi dataran bawah. 

Tepat jam 10.30 WIB, kita sampai di warung Mbok Yem. sebuah tempat persinggahan yang nyaman dalam melepas lelah. sambil makan menunggu esok melihat sun rise di puncak Hargo Dumlilah. Jangan dibayangkan warung Mbok Yem, seperti motel-motel yang tersedia kasur dan bantal, semua serba alami. Langit-langit warung yang hanya tertutup terpal, dinding-dinding warung yang hanya berhias slogan sponsor atau reklame, lantai yang hanya tahta tanah pasir yang setiap saat bisa menimbulkan iritasi pada mata, terlepas dari kesederhanaan warung Mbok Yem, tempat itu sungguh sangat nikmat bagi pendaki gunung lawung yang tak bawa tenda. Servispun tak kalah memuaskan dengan hotel bintal lima. tak perlu repot-repot memasak makanan ataupun membuat minuman sendiri, tinggal bilang "Mbok, nasi soto satu sama teh anget", tinggal tunggu beberapa menit pesanan akan segera diantar, percayalah lebih hebat dari delivery manapun.

Semakin malam, semakin tampak kepadatan orang yang datang bersinggah, mulai dari orang tua umur 70-an sampai anak-anak kecil umur 7 tahunan pun berdatangan, tujuannya saya kira hanya satu, ingin melakukan ritual Suro dipuncak hargo dumilah, entah apa bagaimana bentuk ritualnya, saya sendiri belum sempat melihat secara langsung, numun dari sedikit perbincangan saya dengan pak anton dari lampung, beliau menuturkan

"Pak dari mana?" ujarku memulai pembicaraan
"Dari lampung mas, masnya dari mana?" belas pak Anton
"Wah jauh ya pak, dari Surabaya pak, sudah dari kapan dipuncak pak?" cerca tanyaku seakan terus mencari apa penyebab orang lampung sampai mau kesini
"Sudah dari hari selasa mas, ingin ikut suroan dsini" balasnya dengan senyum merekah. seakan beliau menunggu teman ngobrol.
"Oww.. gimana sih pak ritual suroan itu, dari tadi tak perhatikan kok banyak orang yang ingin melakukan ritual Suro tapi hanya tidur-tiduran di warung saja" kembali cerca pertanyaanku mengerutkan dahi pak Anton
"Ya ritual mas, Suroan kan sama artinya memperingati malam pergantian tahun baru, bedanya cuma ini pergantian tahun Jawa atau Islam menyebutnya 1 Muharam, bahasa umumnya sama dengan refleksi akhir tahun, cuma dikombinasikan dengan adat Jawa, ya bisa dengan berdo'a. yang muslim ya berdo'a menurut keyakinan Islam, yang Hindu juga menurut keyakinannya mas" jawab pak Anton

Malam yang semakin dingin membuat pak Anton bergegas masuk kedalam warung, dengan senyum puasnya sebgai tanda akhir perbincangan kita.


Jum'at, 17 November 2012
Dingin semakin menusuk, sleeping bagpun tak kuasa menahan derah angin malam, tubuh seakan jatuh di kolam es, menggigil dan terus menggigil, semenatara jam menunjukan angka 3 pagi, semua tim bersiap menyambut sang surya diatas ketinggian Lawu, Langkah kaki seakan tertimpa batu besar tak mampu melangkah, sementara jantung terasa berdegub dengan kencangnya, masih yang menjadi musuh trerbesar adalah angin yang menusuk tulang.

"Rek, tungguuu. alon-alon rek" hampir semua berkata demikian
Semua serasa membeku dibentangan alam, yang ada hanya sisa-sisa semangat melihat sun rise diatas puncak. kembali saling memotivasi satu sama lain menjadi riual wajib agar sampai di puncak, menghilangkan keegoisan, menumbuhkan tali kebersamaan, berhenti satu berhenti semua, jalan satu jalan semua.

MESTAKUNG,  dengan niat yang baik, usaha yang keras, semesta lawu pasti mendukung. Akhirnya Tuhan menginkan tim ini menginjakan kakinya dibatas atas 3.265 Mdpl Lawu.

Tuhan, jika bukan karena kecintaanmu pada kami, niscaya kami tak dapat melhat betapa gagahnya ciptaanmu, gunung-gunung tingggi menjulang sebagai pasak bumi yang tak mungkin bisa digapai kecuali dengan ijinmu. sekali lagi Kau ijinkan anak-anak manusia ini melihat keagunganMu dalam mencipta. Tiada daya dan upaya kecuali dari diriMu.
Di puncak lawu, Hargo Dumilah

Tepat jam 04.30 WIB, Tim sampai di puncak gunung lawu 3. 265 Mdpl. Melewati waktu Suro di gunung Lawu, tapal batas Jawa Tengah dan Jawa Timur.




 



BACA SELENGKAPNYA - Suroan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah

Duniamu "Hanya Terus Mencari"

Akhirnya kali ini bisa bermesraan bersamamu my honey
Setidaknya puji syukur aku haturkan kepada Tuhan, beberapa bulan ini aku dikenalkan dengan berbagai macam keadaan dunia, masih sangat ingat aku sering berdo'a " Ya Rabbi, jika sekiranya Engkau menakdirkan aku untuk mengenalmu, berilah jalan itu, walau lama aku harus mengenalmu".
Ya setidaknya sedikit mulai sedikit Tuhan telah menunjukan hal itu, Tuhan telah menanamkan "rasa ingin tahu" yang begitu besar, aku cari yang namanya kebenaran, aku lepaskan semua hal-hal yang bisa membelengguku kepadamu, mulailah kutemukan berbagai macam kawan, baik dari golongan iblis sampai golongan malaikat, aku tak mau menafikan semua itu, jiwa ini harus mulai menemukan titik akulturasi yang bernama semangat mencari kebenaran. 

Keyakinanku ialah bahwa Tuhan adalah kebenaran (Al-Haq), malah dialah kebenaran mutlak. Seluruh pencarian manusia harus menuju kesana, atau pada hakikatnya menuju kepada-Nya. Namun karena kemutlakan-Nya, dia tidak akan terjangkau, dan manusia tidak akan sampai kesana. Rosulullah sendiri paling jauh hanya sampai ke Sidrat al-muntaha ("Pohon (kebenaran) yang penghasbisan"), tidak sampai ke Zat Allah SWT. itu sediri. Karena itu, mengerahui Tuhan adalah Mustahil, sebab dalam makna "mengetahui" itu terselip pengertian "mencapai" dan "menguasai" batas-batas objek yang diketahui. Justru disebut mutlak, sebab Tuhan, Sang Kebenaran, tidak terbatasi. Maka, sejajar dengan itu, mengetahui kebenaran Mutlak, yang tidak ada lagi kebenaran sesudahnya adalah juga mustahil. inilah salah satu pokok tauhid.

Karena itu, yang ada sebagai tantangan pada manusia ialah bahwa ia harus merentangkan garis lurus antara dirinya dan Tuhan. Ia harus berjalan mengikuti garis lurus yang berimpit dengan hati nurani dan diperkuat oleh petunjuk Tuhan melalui Wahyu itu, dalam semangat mujahadah ini, aku tak kenal henti. Menurut janji Allah SWT. Orang yang ber-mujahadah seperti itu akan diberi-Nya petunjuk kepada jalan (subul, jamak dari sabil) menuju kepada-Nya. Garis perjalanan mujahadah itu akan merupakan rentetan atau kontinuum "penemuan" demi "penemuan" yang terus bertambah dan menumpuk dalam dimensi yang dinamis, yang senantiasa tumbuh menjadi baik (ihsan)

Sekalipun yang terjadi itu merupakan rentetan pengalaman akan kebenaran nisbi belaka, karena ia berjalan dan bergerak dinamis mengarah atau menuju Tuhan (sebagai buah ketulusan, antara lain), ia tetap bermakna. Mungkin orang yang ber-mujahadah itu akan menjadi "tahu" Tuhan seperti pengertian kaum Gnosis, tapi ia akan mengalami "pertemuan"(liqa') dengan-Nya atau kedekatannya (qurba) kepada-Nya. Dan itulah kebahagian Sejati. di sela-sela dunia ini aku akan terus mencari. 

Dan itu semua akan terakumulasi dalam sebuah titik perjalanan hidup. Aku mulai menikmati apapun saja yang aku lakukan ini. Semoga engakau juga begitu kawanku, semoga selalu diberi jalan terbaek buat kalian

BACA SELENGKAPNYA - Duniamu "Hanya Terus Mencari"

Selasa

Sepucuk Ketenangan di Gunung Arjuno

         Sepertinya mengisi ruang - ruang santai dan “nganggur” dengan menulis bisa menjadi cara menyalurkan energi positif kedalam diri.setelah kita bosan membaca akhirnya kita akan sampai pada kesimpulan terkahir “menulis” ,meskipun membaca tidak dapat dibandingkan dengan menulis.karena aku tahu,setiap kali aku membuka sebuah buku,aku akan bisa menguak sepetak langit dan jika aku membaca sebuah kalimat baru,aku akan sedikit lebih banyak tahu dibandingkan sebelumnya dan segala yang kubaca akan membuat dunia dan diriku menjadi lebih besar dan luas.

Kali ini aku mencoba menulis segilintir arti dari sebuah ketenangan,mencoba menulis kembali apa yang aku alami kedalam sebuah bentuk kata yang tersusun rapi .ya seperti halnya filem “dejavu” yang diperankan  danzel washington ,sebuah filem yang mencoba menyusun sebuah tragedi pengeboman dengan sepetak informasi yang rapi.mengkombinasikan fakta,history dan juga cinta .kenapa harus cinta?? Karena selalu ada ruang untuk cinta dalam hidup kita.,aseeeek.

Oke,kali ini tulisannya berlatar pendakianku di gunung arjuno daerah tretes ,malang dengan 6 sosok manusia yang mengiriku dan menjadi titik tolak keinginanku untuk bisa “naek solo di gunung”.



“Jum’at” hari yang bagus untuk memulia aktifitas.ditengah kebisingan kota dan hiruk pikuk sebuah perkotaan ,beberapa pemuda memecah kebisingan dengan rencana naik gunung.aktifitas yang menurut sebagian orang aktifitas yang lumayan menguras tenaga .niat dan tekat sudah menjadi satu kesatuan “bulat” untuk naik gunung arjuno didaerah tretes,pandaan malang.bertujuh memulai perjalanan jum’at jam 10 pagi dengan mengendari sepeda motor dari arah ITS,surabaya menuju basecame gunung arjuno via tretes.

Udara panas dan debu perjalanan seakan hilang ketika aku singgah sejenak menunaikan sholat jum’at di didaerah sejuk pandaan.air yang biasanya hanya dipandang seuatu benda cair yang mengalir dengan biasa kini terasa nikmat menyentuh pori - pori tubuh,mungkin inilah yang disebut nikmat air yang sebenarnya.air yang tidak hanya sebatas pelepas dahaga tetapi bisa menyejukkan tubuh dan rasa nyaman.

Pertanda yang kurang baik aku kira jika sebuah perjalanan naik gunungku harus dibayar dengan sebuah tragedi “ban bocor” sepeda.ya sebenarnya aku bukan tipe orang yang percaya klenik tapi disekelilingku selalu menunjukkan hal – hal yang bisa dikata “mistik” menurut sebagian orang.entahlah apa yang terjadi,mungkin Sang Pengatur Semesta ingin menunjukkan kepadaku bahwa Dia juga menciptakan sebuah kehidupan selain kita dan seolah –olah aku dipaksa untuk mempercaiyanya.oke aku terima mungkin aku menjadi orang terpilih yang ditunjukkanNYA.
Mau tidak mau kita harus “menuntun” sepeda yang bocor bannya ke arah tukang tambal ban.padahal kurang dari 10 menit kita sudah sampai dibasecame tetapi tragedi ini memaksa kita untuk turun kembali dan singgah sejenak ditukang tembel ban,ya mungkin sudah rejeki dari pak tukan tembel ban dengan mengharap kekesalah orang.sambil menunggu sepeda selesai diperbaiki sepertinya menu makan siang diwarung tersara lezat jika disantap sebelum naik gunung .akhirnya kita makan siang sebelum pendakian.

Jam menunjukan matahari ke arah tengah dengan bergeser sedikit ke barat akhirnya kita sampai di basecame.perijinan pendakian harus disegera diurus.
“permisi,mas kita mau naik bertujuh “ kataku
“oiya,silahkan mas ,tolong diperlihatkan tanda pengenal KTP/SIM “ kata petugas
“ini pak atas nama temanku muhammad Khiron “ kataku
“tujuannnya kemana nih mas???”kata petugas
“Arjuno pak,kita mau kepuncak arjuno “kataku
“wah sayang sekali mas,arjuno lagi ditutup,beberapa hari ini cuaca ekstrim.kalo welirang dibuka mas karena relatif aman,gimana???”
“waaah,,,sanyang sekali pak,yaudah lah pak kita ke welirang saja sudah jauh – jauh kesini soalnya” kataku
Ya seperti yang aku bilang tadi,selalu ada pertanda dari sebuah perjalanan ketika kita bisa mencermati hal – hal yang terjadi (namanya juga orang jawa,ya di othak-athik gahatok sajalah).
“hei rek,kumpul kabeh rene sediluk” kataku
“ono opo mas,berngkat kita”kata salah satu anggota
“ngene rek,dari pos perijinan,arjuno ditutup karena cuaca ekstrim ,jadi perijinanku Cuma sampai diwelirang”kataku
“lho mas,tok nduwur nginiku ono pos jagane ta seng merikso” kata nasrul
(dudud bangent nih bocah,siapa juga yang mau jaga diatas gunung.)
“ahaha..ya enggak,pos perijinan yang ada orangnya ya terkhir disini,dibasecame,selebihnya ya g ada orang,Cuma nanti ada shelther(sejenis bangunan rumah sempit/gubuk) buat berteduh”kataku
“lha terus yo’opo mas”kata khoiron dengan nada kesal dan muka mesumnya
“ya kita lihat nanti diatas,kita rencana ngecamp di cemoro kandang,klo disana cuaca bagus ya kita langsung naek kepuncak arjuno,tapi klo cuaca memang ekstrim ya kita naik kewelirang saja”kataku
Perdebatanpun selesai dengan khidmat tanpa sebuah baku hantam seperti “di rapat pleno terbuka anggota DPR RI”.jam menunjukkan 14.30 WIB ,sebuah aktivitas tolak balak pun kita lakukan “Berdo’a”.

Udara sejuk dengan iringan suasana hijau daun membuat perjalanan tampak sangat menyenangkan,langkah dengan jalur menanjak mulai terasa dengan keluarnya keringat disekujur tubuh,canda dan tawa mulai memecah kebisingan hutan yang tampak sepi dan cukup menyeramkan,kiacuan burung menandakan hutan masih asri untuk tumbuh kembangnya satwa cantik yang bisa terbang “burung”.

Berjalan...berjalan..berjalan...naik...naik...naik.

“ceklak “kata retakan kaki disebalah kiriku.
Akupun berhenti,aku kira ini cuma kaki yang “keceklik” menungguh beberapa menit akan baikan.
“Mas,ayo..mas “ kata khoiron
“yok lanjot” kataku

Akupun melanjutkan perjalanan naik dengan kaki yang semakin lama semakin terasa nyeri dan sangat sakit sekali,belum pernah aku merasakan seperti ini.apa ini yang disebut keseleo,keram ataupun encok??? Aku tidak tau karena selama ini aku belum pernah merasakannya.sampai ketika perjalanan naik sudah sekitar 20 menitan aku berhenti dan duduk.sambil mengolesi “balsem” dipaha kiriku aku kira akan sembuh.semakin dioles dan diraba paha kiriku semakin terasa sakit sekali.dengen kepeduliannya teman – teman seperjalanan mulai menemaniku duduk dan mencoba mengoles paha kiriku dengan balsem.

“juancuuuuuuuk ,sikelku “ kataku

Aku kira kata”jancuk” memang pas diucap saat itu.sebagai orang jawa timur kata itu memang sebuah kata yang mempunyai seribu arti jika kita mau mentelusuri.seperti halnya “Sujiwo Tejo” dalam negeri jancuknya yang selalu menguak arti dari kata jancuk,begitupula seharusnya orang jawa timur  bersikap dengan disertai kata “jancuk” ..ahaha

“Ron,awakmu munggao wae ron...sikelku wes gak iso dipaksa mungga iki ketok e,jogo arek – arek ron ,aku tak mudun wae ngenteni nang basecame “kataku
“yo’opo  mas,,,ayo lah,istirah kek,nkok lak yow mari mas,” kata khoiron mencoba menyemangati denga muka mesumnya ala “saijo” dalam filem jepang “700 days Battle Vs Police”.
“sumpah ron,,temenan iki,sikel ora koyok biasane,wes ta lah,munggao awakmu ,aku tak mudun tok base came wae.jogo o arek-arek tok nduwur ” kataku
“yaweslah mas,ati – ati mudune” kata khiron dengan muka sok sweetnya

Rasa sakit kaki di paha kiri memaksaku harus turun.bagiku dalam pendakian ke gunung “ safety is first” ,aku teringat teman naikku saat digunung slamet ,purwokerto,jawa tengah.namanya “farozy”  saat naik bersama dia selalu mengatakan “safety is first,man” puncak bukan tujuan dalam pendakian,gunung tidak akan lari sampai kapanpun,jika hari ini kita tidak sampai dipuncak ,the next kita akan sampai disana yang terpenting “safety is first” ,itu yang sering dikatakan temanku “almahum farozy”.terimah kasih kawan sudah memberikan pelajaran yang berharga,aku do’akan kau tenang di alam sana dan mendapat ridho dari Allah SWT atas apa yang kamu lakukan di dunia..AAAMIIIN.

Akhirnya aku turun sendirian dibasecame dengan “menggeret” kaki kiriku,terasa sekali sakitnya sampai rasanya aku mau pingsan.dan kembali lagi kekuatan pikiran lah yang akan mendorong jiwa kita akan bertahan.jangan sampai pingsan...jangan sampai pingsan...jangan sampai pingsan “pikirku”.ya karena aku berada digunung,jika aku pingsan,siapa yang akan menolong??? Tidak ada orang disana,semua teman – teman seperjalananku sudah naik  ke atas.sampai jam 15.45 WIB aku sampai dibasecame dengan selamat sentosa.aku langsung di pos perijinan dan meminta mas yang jaga untuk membantu mencarikan tukang urut didaerah sekitar.
“mas,tolong donk mas,kaki kiriku keseleo,,didaerah ini ada tukang urut gak mas???” kataku
“ada mas,di daerah air terjun kakek bodoh ada tukang urut disana,,ayok tak anter disana mas”kata mas perijinan’

Setelah diurut oleh pak sarmo(tukang urut) kakiku terasa seperti sediaka kala tanpa rasa nyeri ataupun sakit.entah siapa pak sarmo itu,dia seperti “Tabib Wong” dalam filem Tutur Tinular saat menyembuhkan Meisyin yang terkena ajian tapak wisa milik  istri tong bajil.meskipun pak sarmo “berkelomat – klamit” saat menurut paha,entah apa yang dibaca pak sarmo tapi yang jelas meskipun urutannya terasa sakit tetapi hasilnya luar biasa.
Akhirnya aku kembali ke basecame,saat itu aku kepikiran teman – teman yang diatas,bagaimana jika mereka tersesat disana??(aku pikir karena mereka belum pernah naik gunung selain khoiron dan hulfi) aku jadi takut akan mereka jika tersesat.bagaimanapun aku yang lebih tua dibanding mereka seharusnya aku bisa menuntun mereka “pikirku”.oke akhirnya aku putuskan untuk naik ke atas lagi.sebelum naik aku isi perutku yang sepertinya mulai merontah untuk makan malamnya.logistik tidak ada di tas carierku,semua logistik aku berikan ke teman – teman,yang ada hanya minuman bertenaga “pocari sweet”.aku membeli roti 4 bungkus untuk perjalanan naik,setelah sholat ashar.istrihat sejenak.tepat jam 17.30 WIB aku putuskan untuk naik lagi sampai kop – kopan(daerah Camp 1,jarak antara Basecame sampai Kop kopan kurang lebih 3 jam ).

Aku naik seorang diri (pertama kali aku naik gunung seorang diri),rasa takut mulai menguasi.saat itu hari mulai gelap baru awal naik sekitar 15 menitan perasaan takut sudah mulai menguasaiku.suara – suara aneh,derap langkan kaki orang lain seakan akan terasa dekat ditelinga,saat itu aku mulai bimbang” aku lanjut ke atas atau aku turun lagi ???”.kembali lagi implementasi dari sebuah keimanan dipertarukan disini.
Saat itu aku sering teringat adegan saat di filem filem horror ,aku ingat akan kuntilanak dan pocong.aku teeringat saat “Zakky dan Desta” pingsan saat melihat pocong didepannya dalam filem “Setannya Kok Masih Ada” tapi disisi lain aku teringat kisah heroik Bima (ayah Gatot Kaca)saat menerobos masuk hutan terlarang dan ternyata disana ada sebuah senjata “Rujak Polo” yang dapat membunuh destarastra(raja raksasa) dalam sebuah novel “ Pandawa dan Kurawa”..”oh tuhan saat ini dipikiranku hanya terdapat adegan Filem dan Novel,cobalah hadirkan adegan Setan lari terbirit – birit  takut saat Umar Bin Khotob melewatinya “pikirku saat itu..oke aku berhenti sejenak,mencoba untuk bersikap tenang.akhirnya aku putuskan untuk naik lagi ke atas tanpa menghiraukan apa yang ada disekeliling.entah itu ada pocong ataupun si kunti..masa bodoooh.
Naik dan terus naik seorang diri tanpa ada yang menemani.saat itu hari sudah mulai gelap aku keluarkan senter untuk penerang dan sayangnya rembulanpun tidak mau menampakkan sinarnya,hanya lampu senter kuning yang selalu setia menamani langkahku,diperjalanan aku menemukan warung,”dulu waktu aku naik belum ada warung dijalur ini,sekarang kok ada ya???” pikirku.aku teringat dengan filem indonesia yang dibintangi lukman sardi dalam filem “Pencarian Terakhir” saat itu ada adegan si lukman dan temannya singgah digubuk yang ada di gunung sarangan,setelah si lukman berdiri dan mencari air tiba – tiba gubuk dan temannya itu tiba – tiba raib entah kemana.aku tidak mau adegan itu menimpaku jadi aku tidak singgah diwarung itu padahal pemilik warung melambai dan menyapaku untuk singgah minum kopi disana,tanpa menghiraukan akupun terus melangkah naik seorang diri.

Naik dan terus naik sampai dipertengahan perjalan aku “kesandung “batu dan lutut dikakiku lecet.disini mulai panik dan berpikir yang tidak – tidak .jika ada yang menemani pasti bisa diajak “ngobrol” saat ini,tapi aku berjalan sendiri aku harus bisa sampai atas dan menemani teman- temanku disana.aku istirahat sebentar memakan roti yang ku beli diwarung.akhirnya aku mulai berfikir “bagaimana aku bisa mengaku iman kepada Allah? Kalo dengan hutan dan gunung saja aku takut,bukankah ketakutan itu harus ditujukan ke kesalahan kita terhadap Sang Maha Pembalas.kalupun ada setan,terus mau “ngapain setan”,kematian sesorang bukan di tentukan makhluk tapi Tuhan lah yang berwenang,kalupun aku mati disini itu memang sudah jadwalku mati,kita mau menghindar kemana kalau sudah waktunya” setelah berfikir sejenak tanpa disadari ternyata keimanan ini mulai meningkat meskipun tidak 100% tapi seenggak – enggaknya sudah 70 % lah,cukuplah buat ngusir poci dan si kunti,ahahaha.

Dan percaya tau tidak,ternyata aku putuskan naik dengan tanpa rasa takut sekecil apapun,subhanallah.aku terus naik,kalau sebelumnya aku naik dan naik tanpa berkata apa – apa tapi kali ini aku naik dengan nyaman sekali meskipun seorang diri.dari pada terdiam seribu bahasa aku mencoba memecah kesunyian dengan bernyanyi,mungkin hewan,setan dan demit tutup telinga saat mendengar nya  tapi apala daya ,aku harus bernyanyi untuk menghilangkan rasa sepi saat itu lagu iwan fals aku nyanyikan untuk menghilangkan kebosanan.ya lagu dengan judul “entah” kunyanyikan dengan penuh penghayatan yang dalam sekali,bukan karena enaknya lagu tapi karena merasa senasib dan sepenanggungan dengan lirik lagunya .

Entah mengapa aku tak berdaya
waktu kau bisikkan “jangan aku kau tinggalkan”.
tak tau dimana ada getar terasa
waktu kau katakan “kubutuh dekat denganmu”.
Seperti biasa aku diam tak bicara
Hanya mampu pandangi bibir tipismu yang menarik
Seperti biasa aku tak sangup berjanji
Hanya mampu katakan “aku cinta kau saat ini”
 Entah esok hari... entah lusa nanti.. entah
.
Kunyanyikan lagu ini sambil melakangkah naik dan naik,lagu yang pas dengan suasana hatiku saat itu “oh,,mengapa,,mengapa,,,kau tak beri aku kesempatan kedua untuk mencintaimu?kasih,aku bukanya sedang akting tapi ini serius..seandainya kau sadari itu “.ditengah kegalauan yang memuncak,akhirnya aku keluar dari jalur hutan dan kini jalur nampak banyak ilalang,sungguh sangat terang sekali cahanya bulan saat itu.tanpa dihalangi pohon sinarnya tampak tampak sangat indah dan bersinar terang .kilauan cahanya mampu mengalahkan lampu senterku.mungkin disana rembulan tersenyum melihat tingkahku yang “konyol” ini,atau mungkin rembulan tersenyum melihat imanku naik menjadi 70 %..ahaha.

Terpaan angin yang lembut mulai menusuk ,cuaca terang dilangit menandakan kedaiaman alam sana,rembulan yang biasanya murung kini mulai menyerbak sinar cahayanya yang lebih cantik dibanding shin min ah dalam filem series korea “My Girls friends Is aGomiho”.ilalang yang tumubh seakan menunjukkan keteraturannya dalam bergerak mengikuti arah angin.rasa capek hilang seakan melihat keindahan suasana malam gunung arjuno .indah dan sangat indah.

Setelah berjalan melewati rasa takut dan menemukan keindahan suasana malam tanpa terasa dihadapan ada banyak tenda,ini artinya aku sudah sampai di kop – kopan ,tanpa basi – basi aku cari tenda milik teman – teman ITS.seakan mereka tidak percaya akan kehadiranku saat itu yang naik gunung seorang diri ditengah malamnya sepi.bagiku ini memang pengalaman yang luar biasa bisa naik gunung seorang diri,menemukan rasa takut ,rasa nyaman bahkan menemukan keindahan kegalauan dalam cinta.ternyata gunung memang bukan sesuatu yang harus ditakuti tapi aku rasa gunung juga mempunyai perasaan  seperti kita.dia bisa merasakan aura dari sang pendaki yang akan menaikinya,salah besar jika kita berlaku sombong bisa menaklukan gunung,sampai kapanpun gunung tidak bisa kita taklukan dengan segala kemistiriusannya,kita mungkin hanya bisa berpijak melewati jalan menuju puncak tapi kita masih belum bisa merasakan esensi terciptanya gunung itu untuk kita bahkan untuk merasakan rasa nyaman ketika di gunung pun kita masih belum bisa.gunung hanya meminta ketenangan dalam bersikap ketika kita dirudung persoalan.yakinlah dalam pikiran yang tenang akan selalu ada jalan keluar dan dalam perjalan seolah aku memperoleh sebuah kesimpulan bahwa kekuatan terbesar manusia itu terletak dalam ketenangannya dalam berfikir,dalam situasi apapun itu sikap tenang memang menjadi solusi terbaik untuk membuka pikiran kita dalam mencari solusi.harus ada ketenangan dalam badai.

Karena sudah terlalu panjang jalan ceritanya,aku akhiri sampai disini kawan sebetulnya masih banyak perjalan yang menarik yang pantas diceritakan,tapi apalah daya,sesuatu yang berlebihan itu tidak baik kawan,,ceileh..ahahaha.
the next lah aku tulis 


BACA SELENGKAPNYA - Sepucuk Ketenangan di Gunung Arjuno

Sabtu

6 April 2012

 
 
Sudah lama sekali impian ini kunantikan,impian untuk mengunjungi gunung yang kata orang "gunung bintang lima" dijawa barat .besok tanggal 6 april 2012  ada long weekend,semoga terlaksana .menapaki tanah dan hutan diantara mimpi dan harap pasti sungguh sangat menggairahkan petualangan kali ini.
kalo kera sakti pergi kebarat untuk mengambil kitab suci kali ini aku akan pergi kebarat untuk menapaki lembah mandalawangi lembah yang penuh dengan mimpi .lembah keabadian karena disana hidup bunga abadi "bunga edelweis" .
semoga rencana kali ini tidak gagal,aku berncana engkau yang tentukan allah.jika dirasa kepergianku kebarat dirasa membawa manfaat ,KABULKAN YA ALLAH :D .
tapi kalo dirasa kurang manfaat ya DIKABULKAN JUGA YA ALLAH ,kasihan aku sudah menunggu terlalu lama untuk ini .
keindahan tiada tara ketika mampu menghayati racikan alam tuhan .
oh Mandalawangi,,surya kencana ,,tunggu aku di awal bulan april.aku kesana untuk menengok keindahanmu,
 
BACA SELENGKAPNYA - 6 April 2012

Minggu

Cerita Mistikku Saat Di Gunung (Part 2)



Tulisan ini dibuat berdasarkan kisah nyata yang aku alami atau teman-temanku alami saat di Gunung.cerita dibuat bukan maksut untuk menakut-nakuti tapi lebih ke menunjukkan bahwa Allah juga menciptakan makluk selain kita(baca,Iblis dan setan) dan sebagai penguat kita bahwa sungguh tidak ada kekuatan lain yang patut disembah kecuali Allah.banyak sekali cerita –cerita aneh yang kupendam  saat di Gunung sampai saat ini ada beberapa yang  tidak aku ceritakan kepada teman-teman pendaki dengan alasan biar tidak membuat mereka  minder naek gunung lagi.


Ceritaku dan Temanku

Sekitar 3 tahunan yang lalu,tepatnya setelah UJIAN NASIONAL SMA aku diajak temanku si syaiful untuk menikmati keindahan Gunung Wilis .oke tanpa pikir panjang aku iyakan saja  padahal ma belum dapet restu ortu ( ehehe,,maklum gan,ane anak mami jadi kemana-keman kudu ijin dulu ke ortu,,ahahaha).
rencana naeknya cuma berdua tapi setelah merenung dan dipikir-pikir "kok gak enak naek cuman berdua,ntar dikira homo lagi gan"...ahaha.. aku kerumah syaiful .

NB: Saat itu statusku masih pelajar SMA yang unyu-unyu dan sedang menunggu hasil dari UAN ,,ahaha

"pul,cuma wong loro iki munggae " tanyaku.
"iyo.lha ono opo ngono" kata syaiful.
"gak enak pul,ngejak konco maneh ae lah,cek rame pul" kataku.
"yo wes ayo nang jak le cah-cah "kata syaiful
"aku tak ngejak pesek yow" kataku

NB: Pesek itu nama panggilan cewekku dulu waktu SMA gan,iya rada2 pesek gitu anaknya tapi cantik kok gan apalagi klo udah pake kaca mata,sumpah..tapi sekarang ane gak tau sekarang si pesek dimana,kata temn2 si dia udah nikah :tepok jidad ( nasib ane selalu di tinggalin  cewek gan,kayaknye ane ini tipekal orang yang gak bisa jaga orang yang ane sayang kali gan :hammer ."beginilah cinta deritanya tiada akhir" ,,ahaha ) curcol dikit ya,gpp kan,,,ahahaha

"yakin ,gak ngrepoti engkok " kata syaiful
"ahaha,,nkok tak jogone,meski pesek anak rumahan tapi kuat kok dekne pul" kataku
"yow wes sesok bengi kumpul yow nang omahku,jak en pesekmu pisan lek " kata syaiful
"okree" kataku

ya begitulah akhirnya kita memutuskan untuk naek gunung wilis ber enam ( aku,saiful,pesek,nia,agus dan si yayan ).
kita naek gunung wilis Via Tulung Agung .

Dari tuban kita naek bus menuju stasion lamongan --> dari lamongan naek kereta komuter menuju gubeng --> dari gubeng naek kereta menuju tulung agung --> naek angkot ampe desa geger (desa terakhir di kaki gunug wilis ).

start naik kita mulai jam 9 malam karena paginya kite maen dulu di air terjun,,,ahaha :p
packing ...packing ..packing
berancut.
suasana masih sangat alami sayang tidak terlihat pemandangan (karena emang malam dodol naeknya..ehehe). naik dengan posisi syaful paling depan,yayan,nia,agus,pesek dan ane paling belakang.
jalur track banyak tanjakan ,karena kita bawah cewek jadi kita jalan dengan sangat pelan-pelan "Slow Slow  But Sure (kayak lagunye slank) ".apalagi depan ane ada si pesek..ahaha..dikit dikit berhenti :tepok jidad klo bukan cewek ane udah tak lempar dijurang kali tuh pesek..wjwkwkw
foto candi diambil dari internet,maaf  file
fotonya dibawa teman

sekitar 1 jam perjalanan kita sudah sampai candi penampihan,inilah eksotisnya gunung wilis selain itu banyak juga satwa-satwa yang sering dijumpai penduduk atau pendaki ,kayak harimau jawa,monyet,lutung,bebek panggang(didepan rumah ane) ahaha,masih terdapat situs purbakala,dulunya candi ini adlah replika dari penolakan putri kerajaan kediri yang menolak lamaran dari pembesar ponorogo,dari corak bangunannya kayaknya candi ini candi hindu karena banyak ditemukan patung patung sesembahan :sotoy ..ahaha..ya begitulah.

sepanjang perjalanan melewati candi bau kemenyan sangat menyengat,sepertinya memang candi ini banyak digunakan sebagai tempat pemujaan.bau kemenyan membuat kita tak berani berlama-lama dicandi.
akhirnya kita memutuskan untuk lanjut jalan sampai pada pertengahan jalan kita melewati aliran sungai,disini kita berhenti dan mengisi air buat minum.
lanjut jalan lagi kita akhirnya memasuki area hutan dan jalur track nanjak abis ,untung saja si pesek dan nia bukan tipe cewek manja jadi gak ada keluhan dari mereka dan bias membuat kita yang cowok bisa bernafas lega.
nanjak ...nanjak dan nanjak lagi.
akhirnya kita sampai di Watu Godek .karena banyak yang sudah ngos-ngosan termasuk ane jadi kita putuskan ngecamp disini.
kita pasang 2 tenda yang ukurannya lumayan besar :D
setlah pasang si pesek dan nia mulai menunjukkan kecewekannya alias mereka mulai masak .
sembari menunggu masakan para ledies kita buat api unggun untuk menghangatkan badan .
ke akraban mulai terjalin seiring dengan makanan yang sudah masak dan ditemani dengan hangatnya api unggun.
sumpah gan,gak tau dari mana lewatnya tiba tiba disamping tenda ada seorang cewek lagi berdiri dengan membawa carier sekitar 45 literan dengan tenda diikatkan disampaing carier.
tanpa rasa curiga kita putuskan untuk ngajak makan mbaknya.
"mbak.monggo mbak,makan bareng mriki " kata si pesek
"iya mbak matur nuwon " kata mbaknya sambil mendekat dan berbaur diperapian.
"sendirian saja mbak " kata saipul
"gak mas,bareng konco2 dari kragan,rembang,aku ketinggalan mas "kata mbaknya
"oww,,aku dari tuban kok mbak,deket klo begitu" kata saipul
"naek bareng saja mbak klo begitu,besok pagi rencana ape liat naek kok" si pesek
"iya gak apa-apa ini??? "kata mbaknya
"ah gak papa,tambah seneng kok kita mbak" kata pesek

sambil ngeluarkan tenda mbaknya,akhirnya aku dan saiful yang masangin tenda si mbak dan mbaknya masih terlihat bersender di cariernya.
"wes siap mbak tendanya .monggo " kata ane
"iya matur suwon ya" kata mbaknya

sudah akhirnya kita memutuskan istirahat untuk menghemat energi nanti waktu naek.
karena kecapekan semua,kita bangun jam 6 pagi padahal rencana awal bangun jam 2 pagi untuk naek sambil liat sunrise .
akhirnya bagun semua sholat subuh :D
setelah itu masak sarapan pagi .
tanpa disadari ane dan teman-teman tenda mbaknya sudah gak ada,
pikir kita mbaknya sudah naek duluan,tapi anehnya cariernya masih disamping tenda kita dan terlihat sudah banyak yang robek kayak gak keurus

"mungkin mbaknya naek gak pake carier " kata saiful
"kayak e gak pul,itu botol minuman sama cameranya ije ono ,mosok munggah gak gowo ngombe " kataku
 akhirnya kita putuskan untuk menunggu sampai mbaknya datang.
kita gak jadi muncak karena kaki pesek terkilir dan keram sehabis bangun katanya.
berjam jam kita tunggu belum kembali juga.
akhirnya ada rombongan dari kediri 7 orang yang turun dari puncak.
"mas,gak liat mbak2 yang naek kepuncak mas " kataku
"gak mas,sepi kok dipuncak,gak ada rombongan laen mas " kata salah satu rombongan

sudah kita mulai kewatir semua,sebetulnya apa yang terjadi pada mbaknya.
akhirnya ada titik terang .
ada rombongan dari pemuda setempat 4 orang yang mau naek 
"mas waktu turun ada cewek yang pake kacamata gak mas" kataku
"ada,mas,tapi mbaknya kayake cepet-cepet mas turun e " kata salah satu rombongan

owww,pikir kita saat itu mbaknya turun duluan.
masih tanda tanya besar "mengapa tas cariernya gak dibawah"
akhirnya kita langsung turun dan sambil membawa tasnya mbak tadi.
turun turun dan turun

sekitar jam 1 siang kita sudah sampai desa geger .
kita cari mbaknya kemana-kemana gak ada,dan waktu tanya penduduk juga gak ada yang tau.
kebtulan pas KTP mbaknya juga ada di cairier, ya sudah akhirnya kita mutuskan untuk mengantarkan tas carier mbaknya kerumahnya karena jarak rumahnya lumayan dekat dengan tuban.sekitar 1 jam perjalanan naek motor.

2 hari setelah pendakian saiful mengajak untk ngembalikan tas carier mbaknya.
"lek,ayo nang kragan,mbalikno tas ebak e "kata saiful
"wah sesok ae pul,aq ape daftar SNMPTN pul " kataku
 iya kebtulan,saat itu aku mau daftar SNMPTN di UNAIR .
besok paginya sekitar jam 10 kita janjian buat kesana,ngajak anak2 buat kerumah mbaknya sekalian maen sana.
"sek,ayo melu aq nang kragan ,mbalikno tas e mbak e"  kataku
"wah gak iso yang,aq ape nang jogja,ape daftar " kata pesek

iya si pesek kebetulan juga lagi mau mendaftar kebidanan di jogja..si nia ,agus,dan yayan juga gak bisa
jadi cuma aku dan s saiful yang kesana naek motor.
cari alamat kesana kemari akhirnya ketemu juga :D
kebetulan didepan rumah ada ibu-ibu yang pake dester.

"assalamu'alaikum buk " kataku
"waalaikusalam "kata ibuknya
"buk,badeh tanglet,niki bener,griyane mbak XXX (sory gan gak bisa sebut ane) " kataku
"nggeh wonten nopo nggeh mas "kata ibuknya
"niki buk badeh ,mbalikno tas e mbak XXX yang ketingggalan " kataku
tiba-tiba ibuknya langsung nangis gan,sumpah ane dan saiful kaget waktu itu,
"ngapunten buk,wonten nopo buk " kataku
"panjenengan sinten "kata ibuknya
"kulo niku ketemu kalian mbak xxx winganane buk " kataku
"monggo mas,mlebet rumiyen "kata ibuk

diajak duduk diteras rumah sambil diajak minum teh sama ibuknya.
sambil ngobro-ngobrol ,AKHIRNYA KITA TAU KENYATAAN YANG SULIT KITA MENGERTI

"matur suwon mas,sampun mbalek ake tas almarhum anak kulo " kata ibukny
"Innalillahi ,,kapan buk wafatnya mbak XXX "kata saiful
"sekitar 3 tahun yang lalu mas,anakku hilang do gunung wilis " kata ibuknya

MASYAALLAH ..
ane dan saiful tidak bisa berkata apa-apa saat itu.
heran,rada ngeri,takuts juga dan prihatin tentunya,
JADI YANG NGOBROL SAMA KITA DI GUNUNG SAAT ITU SIAPA ???????

akhirnya kita jelaskan semua ke ibuknya.dan ibuknya kembali menangis sambil berkata
"ya mungkin anakku sudah tenang disana mas "
"ayo mas ikut ibuk" kata ibuknya

tiba-tiba si ibuk ngajak kita kebelakang rumahnya,dan ternyata dibelakang rumahnya ada kuburan mbak xxx ,kata ibuknya karena jasadnya belum ditemukan sampai sekarang jadi beliau dan sekeluarga membuat kuburan almarhum dirumahnya sendiri.
berkali-kali si ibu mengucapkan terimah kasih ke kita sambil menangis .
jujur ane juga terharu lihat ibuk itu .
lama kita berada dirumahnya sampai suami dan anak-anak beliau datang kerumah dan menceritak semua tenntang almarhum.
jadi semakin mengenal mbak xxx meskipun lewat keluarganya

sekitar jam 4 sore kita pamitan untuk balik ke tuban.
selamat jalan mbak xxx.semoga amal ibadahmu diterimah disisi allah SWT 

ya begitulah gunung,mempunya seribu macam hal eksotik yang tak mungkin kita bisa ungkap.kita hanya bisa ber syukur atas semua.



THE NEXT REAL STORY...


BACA SELENGKAPNYA - Cerita Mistikku Saat Di Gunung (Part 2)

Kamis

Cerita Mistikku Saat di Gunung (Part 1)


Tulisan ini dibuat berdasarkan kisah nyata yang aku alami atau teman-temanku alami saat di Gunung.cerita dibuat bukan maksut untuk menakut-nakuti tapi lebih ke menunjukkan bahwa Allah juga menciptakan makluk selain kita(baca,Iblis dan setan).banyak sekali cerita –cerita aneh yang kupendam  saat di Gunung smpai saat ini ada beberapa yang  tidak aku ceritakan kepada teman-teman pendaki dengan alas an biar tidak membuat mereka  minder naek gunung lagi.

Ceritaku 
aku,ade,dan umar

Saat itu sekitar 2 tahun yang lalu.aku dan 2 teman kuliahku ( Ade dan Umar) naek gunung Lawu lewat jalur  Cemoro sewu,madiun,jawa timur.
Saat itu kondisi juga hujan badai jadi kita memutuskan naek setalah hujan reda.sekitar jam 4 sore kita mulai naek,hal pertama yang kita lakukan adalah BERDO’A .kita naek dengan posisi aku didepan,umar ditengah dan ade dibelakang.suasana terasa begitu segar karena habis hujan deras.berkali-kali aku bercandai mereka biar tidak bengong,karena aku yang didepan jadi aku sering kentuti mereka …ahahaha.(map ya).dan becandapun dimulai..selama perjalanan aku gak bisa diam selalu ngomong biar suasana tidak hening.sampai sekitar jam setengah 6 sore kita sampai pos sebelum jalur JOLO TUNDO(aku lupa nama Pos nya).

Saat itu jalur sudah mulai sempit kita putuskan naek ,ketika mau naek jalur JOLO TUNDO didepanku ada seorang laki-laki tua pake topi dengan membawa rumput dipundaknya,reflek karena jalannya sempit aku bilang “Pareng pak(artinya permisi pak)”.laki-laki tua itu tersenyum sambil berlalu,,dan tau tidak???
Temanku yang dibelakang umar atu ade yang bilang(aku lupa siapa yang gomong) bilang “Kon ngecomes ae dol,nak kesambet lho???”.waktu aku mau nimpali katanya dan nengok kebelakang dan mau bilang “Minggir dol,bapak e ape lewat”,aku kaget bukan maen ..waktu nengok kebelakang orang tua tadi sudah gak terlihat anehnya mereka masih jalan ditengah bukan dipinggir itu artinya merka tidak lihat siapa-siapa…Busheeeetttt dalam hati bilang “baru awal-awal sudah begini,”,mulut komat-kamit ngucapin do’a.aku langsung diam gak  berani bilang keteman-teman.

ya kode etik mendaki adalah kalo kita dilihati sesuatu kita tidak boleh menceritakan keteman seperjalanan karena dikawatirkan mereka pada parno.kalo mau menceritaikan nanti pas sudah turun saja.
Akupun cuek saja,prinsipku “HIDUP MATI ALLAH YANG NGATUR.SETAN/IBLIS/DEMIT/DLL TIDAK BISA MENGATUR KEMATIAN SESORANG”.akupun kembali jalan dengan ngucapin dzikir gan,,ehehe.nah sekitar jam 8 malem kita sampai pada batu-batuan besar(aku lupa namanya).dengan posisi aku didepan aku lihat sekawanan burung bertengger ,dengan lirih aku iseng ngomong ke burung itu “hai burung makluk Allah,sungguh indah gunung lawu ini ya!!!”..eh gak taunya burung-burung itu terbang kedapaku dan langsung belok kanan..IYA DIDEPANKU TERNYATA ADA BELOKKAN KE KIRI DAN KANAN..dan langsung dibelakang ade bilang “LIK,NAK ONO CABANG LORO,BELOK KANAN” (iya ,ade sudah 6 kali naek lawu jadi dia tau rute jalannya,,ahaha,,sudah kayak kuncen saja itu si ade naek gunung lawu sudah sampai 6 kali,,,wkwkwkkw)..aku sauti saja ade gan ”YO’I DE 86” dan ternyata gan (pas besoknya aku turun sampai dibasecame Lihat peraturan naek gunung lawu dipapan pengumuman ada tulisan kayak gini “MOHON JIKA TERLIHAT SEKAWANAN BURUNG JANGAN DIGANGGU KALO TIDAK INGIN TERSESAT”…busheeeeetttt  aku sambil tersenyum dalam hati bilang “untung saja aku nyapa itu burung”..ahahaha ).

yang terakhir ini gan yang bikin dengkolku soak rasanya.
warung mbok yem
 Saat itu jam 10an malam kita sudah sampai di warung mbok yem( ehehe,,iya digunung lawu sebelum kepuncak kita akan menemukan warung mbok yem yang jadi kuncen ngurusi makam  Prabu Siliwangi,disamping warung mbok yem sekitar 5 meteran terlihat ada bangunan  yang katanya itu makam Prabu Siliwangi(atau siapa aku lupe namanya pokoknya dia seoarang raja dulu gan).ya sudah akhirnya kita istirahat didalam warung mbok yem sambil pesen nasi telur ceplok (ini gan enaknya dilawu,dipuncak ada warungnya..ahahaha)…ngobrol bertiga ngalor ngidol dari ngomong kuliah sampai ngomongin cewek kampus gan,,,ahaha.
Sekitar jam 12 an malem aku terbangun  kebelet kencing  :malu …ya sudah aku keluar warung cari tempat yang enak buat kencing,ahaha…selesai kencing aku gak langsung masuk warung ,aku iseng-iseng mandangi bulan..busheet indah bener  hari itu pas purnama dan cuaca lagi cerah  jadi bulan terlihat jelas..waktu lagi mandengi ke atas ,,eh tiba-tiba dibelakang ada umar  ,reflek aku bilang “Laopo dol,kebelet boker kowe dol.ojo nang kene dol gak ngenak-ngenak I wong ndelok bulan ae(aku sambil tertawa.ehehe)” .terus si umar jalan kesemak-semak aku piker dia mau boker disemak-semak jadi aku kembali masuk ke warung. TIBA-TIBA aku lihat Umar dan Ade masih tidur …BUSHEEEEEEEEET..SUMPAH GAN LANGSUNG LEMES ANE..sudah tanpa pikir panjang pasang sarung terus tiduuur ngorok,,,wkwkwkwk…pagi sehabis sholat subuh kita naek kepuncak lihat sun rise …Subhanallah indah bener gan lawu..memang bener gan  kata pendaki .sekali kamu naek kelawu kamu akan ketagihan lihat sun risenya..Subahannallah lihat keindahan lawu semua hal-hal ane sudah hilang dalam memori ,,ahahaha (memangnya aku pikirin ).dipuncak kite ketemu bule-bule gan,,iseng-iseng ngomong pake bahasa inggirs ,,,eh mereka malah jawab pake bahasa jawa,,aseeeem.
bule bisa ngomong jowo


Sekitar jam 8 an pagi mutusin buat turun ,,sampai basecame jam 1an lah…maandi,sholat dan makan diwarung sebelah basecame.setelah itu pulang kerumahnya ade buat nginep 1 hari lagi(ya rumah ade ponorogo gan jadi lumayan dekat dengan gunung lawu)..besoknya setelah sampai dirumah tuban ,iseng-iseng searching google tentang “Mitos-Mitos Gunung lawu”..eh gak taunya mitosnya gini  “DILARANG NAEK GUNUNG LAWU MEMAKAI PAKAIAN YANG BERWARNA HIJAU”..sumpah ane tertawa soalnya pas naek gunung lawu ane pake jaket HIMPUNAN JURUSAN ane yang warnanya hijau..ahahaha..langsung saja aku sms si ade ,bilang gini  “Woe Kampret kowe de,gak ngomong mitos e nak gak oleh nganggo ijo.gaplek I”..eh dia Cuma bales “wkwkwkwkwkwk,,dieroh opo kowe lik”..aku bales saja “dieroh i dulurmu setaaaaaaaaaan”….ahahahaha,,aseeem tanan.

Itulah kawan kisah mistik ane waktu naek gunung lawu. Sekitar 1 tahun kemudian aku naek lagi kegunung lawu bareng anak-anak malang masih tetep pakai jaket himpunan yang warna hijau..eh gak tahunya mlempeng saja kagak ada apa-apa..memang setan sukanya jailin orang,makanya kalo orang yang suka jailin orang berarti DIA SETAN…ahahaha.



THE NEXT REAL STORY AGAIN





 
BACA SELENGKAPNYA - Cerita Mistikku Saat di Gunung (Part 1)