Photobucket

Sabtu

Salahudin Al-Ayubi Sang Penakluk Palestina



Sahabatku,pernah dengar nama Saladin..!!!kalau sahabatku pernah melihat Film Kingdom of Heaven pasti tidak asing degan nama saladin..Hmm Saladin..ya sebuah nama itulah yang menggelegar saat perang salib bagai auman singa ditengah keheningan padang pasir..

Salahudin Al-Ayubi atau Sholahuddin Yusuf bin Ayyub atau yang terkenal dengan nama Saladin/salahadin(menurut lafald orang barat),nama itulah kini yang telah membakar semangat kaum muslim untuk kembali merebut kembali tanah suci  Paletina,,,Sahabatku Sebenarnya Salahudin Al-Ayubi  lahir dari keluarga Kurdish di kota Tikrit (140km barat laut kota Baghdad) dekat sungai Tigris pada tahun 1137M. Masa kecilnya selama sepuluh tahun dihabiskan belajar di Damaskus di lingkungan anggota dinasti Zangid yang memerintah Syria, yaitu Nur Ad-Din atau Nuruddin Zangi,..Salahudin Al-Ayubi  seorang Jendral dan panglima perang kaum muslim saat itu telah berhasil merebut Palestina setelah 88 tahun lamanya dikuasai tentara Salib dengan memakai momentum Kelahiran Nabi Muhammad SAW / Maulid, Pada mulanya, maulid Nabi diperingati di wilayah Suriah Utara untuk membangkitkan kembali semangat juang umat Islam. Ternyata peringatan maulid ini berhasil membangkitkan roh jihad, sehingga kemudian diperluas pelaksanaannya di seluruh kekuasaan Islam.sempat mendapat tantangan dari para ulama dan menyebut peringatan maulid sebagai sesuatu yang bid’ah. Namun, ia meyakinkan bahwa peringatan maulid bukanlah ritual peribadatan, melainkan momentum membangkitkan girah dan semangat juang. Sebagai Khadimul Haramain (pelayan kota suci Mekah dan Madinah), Salahuddin bahkan selalu mengingatkan jemaah haji untuk merayakan maulid sesampainya di tanah air masing-masing,ternyata cara itu tidaklah sia-sia sahabatku,Kaum muslim saat itu terbakar dengan api kecintaan untuk membebaskan tanah suci Palestina.saat itu ,
 pada tahun 1175 Salahudin menjadi Sultan bagi kekhalifahan Suriah dan Mesir saat itu dia menghendaki akan merebut kembali tanah palestina namun salahudin tetap menginginkan perdamaian dalam perebutan Palestin meskipun dia sadar dan yakin bahwa akan memenangkan Pertempuran melawan tentara salib yang saat itu dipimpinan Guy de lusignan raja Yerussalem maka terjadilah gencatan senjata antara Salahudin aL-Ayubi dengan Raja Guy de lusignan.Sampai suatu saat terjadi sebuah peristiwa yang mengharusakn berhent dari genjatan senjata itu..
 Sebuah penyerangan rombongan peziarah dari khairo
yang akan  menuju Damaskus dibantai habis oleh  Reginald de Chattillon, penguasa kastil di Kerak yang juga merupakan bagian dari kerajaan Yerusalem. rombongan yang akan menunaikan ibadah haji ini juga membawa saudara perempuan Salahuddin. Pengawal kafilah dibantai dan anggota rombongan ditahan, termasuk saudara perempuan Salahuddin. Dengan demikian, gencatan senjata berakhirdengan kejadian itu.
    Pada Maret 1187, setelah bulan suci Ramadhan, Salahuddin menyerukan Jihad. Pasukan muslim mulai bergerak, menaklukkan satu persatu benteng-benteng pasukan kristen. Puncak kegemilangan Salahuddin terjadi pada pertempuran di kawasan Hattin atau dikenal dengan "Pertempuran Hattin".
sepasukan muslim menggerebek 12 tenda prajurit kristen, termasuk tenda kerajaan Raja Richard I, di luar benteng kota Jaffa. Richard yang terusik segera bangun dan bersiap bertempur. Pasukannya kalah jumlah, 1:4. Tak peduli, Richard berjalan kaki mengikuti pasukannya menyongsong musuh.

Salahuddin yang melihatnya, berguman dengan tenang pada saudaranya, al-Malik al-Adil, “Bagaimana mungkin seorang raja berjalan kaki bersama prajuritnya? Pergilah, ambil dua kuda Arab ini dan berikan padanya. Katakan padanya, aku yang mengirimkan untuknya. Seorang laki-laki sehebat dia tidak seharusnya berada di tempat ini dengan berjalan kaki.”

13 Juli, 25.000 tentara muslim mengepung tentara kristen yang berjumlah sedikit lebih besar, di daerah pegunungan Hattin . Pasukan muslim terdiri dari 12.000 kavaleri(pasukan utama, menunggang kuda Yaman yang gesit) dan sisanya infantri. Mereka juga menggunakan pakaian katun ringan yang disebut kazaghand, untuk meminimalisir panas terik padang pasir. 
Sementara pasukan kristen dibagi dalam tiga bagian. Bagian depan pasukan terdiri dari ordo (kristen) Hospitaler yang dipimpin Raymond dari Tripoli. Bagian tengah terdiri dari batalion kerajaan yang dipimpin oleh Raja Guy de Lusignan yang membawa Salib Sejati sebagai jimat pasukan. Bagian belakang terdiri dari ordo (kristen) Templar yang dipimpin oleh Balian dari Ibelin(Bintang Utama Film Kingdom of Heaven...ehehe)  Seperti lazimnya tentara dari Eropa,  mereka semua mengenakan baju zirah besi. 
  Mengerti situasi musuh seperti itu Salahudin memanfaatkan celah-celah ini. Malam harinya, pasukannya membakar rumpus kering di sekeliling pasukan kristen yang sudah sangat kepanasan dan kehabisan air. Keesokan harinya, Salahuddin membagikan anak panah tambahan pada pasukan kavaleri. Gunanya untuk membabat habis kuda-kuda tunggangan musuh. Tanga kuda dan payah karena kepanasan, pasukan kristen tampak menyedihkan Akibatnya sungguh mengenaskan bagi pasukan kristen. Hampir semua pasukan terbunuh. Raymond dari Tripoli dan Balian dari Ibelin berhasil lolos. Namun Raja Guy dan Reginald de Chatillon berhasil ditangkap. Jimat Salib Suci berhasil direbut pasukan muslim dan dibawa ke Damaskus sebagai barang rampasan. Terhadap semua tawanannya, Salahuddin memberi dua pilihan " Menerima Islam dan dibebaskan atau menolak tapi dieksekusi" Chatillon yang menolak langsung dipancung. Namun pilihan itu tidak herlaku bagi Raja Guy. Salahuddin memberi alasan, “Sesama raja tidak boleh saling membunuh!”...Subhanallah sungguh naluri seorang pemimpin yang adil




   Dari Hattin, Salahuddin bergerak membebaskan kota-kota Acre, Beirut dan Sidon di Utara. Dia juga bergerak membebaskan Jaffa, Caesarea, Arsuf hingga Ascalon di Selatan. Sekarang saatnya membebaskan kota impian, kota suci Yerusalem. Dalam membebaskan kota-kota tersebut,sekali lagi  Salahuddin senantiasa mengedepankan jalan perdamain dengan memberikan opsi yaitu" penyerahan kota secara sukarela, daripada pasukannya menyerbu kota".Pasukan Salahuddin mulai mengepung Yerusalem pads tanggal 26 September. Saat itu pasukan kristen di kota suci dipimpin oleh Balian dari Obelin dan mempertahankan kota dengan gigih. Namun pada tanggal 30 September, Salahuddin menerima tawaran perdamaian Balian. Yerusalem diserahkan dan orang kristen dibebaskan dengan tebusan tertentu( Salah satu adegan Film Kingdom of Heaven).


Salahuddin menunda masuk ke kota suci selama dua hari, menunggu hingga tanggal 2 Oktober 1187 atau bertepatan dengan tanggal 27 Rajah 583 H. Tanggal itu merupakan tanggal saat Nabi Muhammad SAW melakukan mikraj (perjalanan menembus langit untuk bertemu Allah SWT) dari Masjid al-Aqsa yang terdapat di Yerusalem. Salahudin pun menunjukkan sikap yang bijaksana terhadap para pengenut agama Nasrani maupun yahudi dengan tidak menghancurkan tempat pribadatan mereka serta mempersilahkan mereka beribadah sesuai keyakinan masing-masing dengan perkataannya"Muslim yang baik harus memuliakan tempat ibadah agama lain!”
Tidak seperti yang lain salahudin pun tidak tinggal dikediaman yang ewah akan tetapi hanya tinggal di masjid kecil bernama Al-Khanagah di Via (jalan Do-lorossa, dekat Gereja Makam Suci. Kantornya terdiri dari dua ruangan berpene¬rangan minim yang luasnya nyaris talc mampu menampung 6 orang yang duduk berkeliling) 
Salahuddin meninggal pada 4 Maret 1193 di Damaskus. sekali lagi Slahudin pun menunjukkan sikap Sederhananya dimana diketahui ketika Para pengurus jenazahnya sempat terheran  karena ternyata Salahuddin tidak mempunyai harta. Ia hanya mempunyai selembar kain kafan lusuh yang selalu dibawanya dalam setiap perjalanan dan uang senilai 66 dirham Nasirian (mata uang Suriah waktu itu) di dalam kotak besinya. Untuk mengurus penguburan panglima alim tersebut, mereka harus berhutang terlebih dahulu. 
  Seorang Salahudin Al-Ayubi kini telah dikenal diberbagai pelosok dunia Sahabatku,Dengan keimanannya dia sanggup mengalahkan kekuatan tentara salib yang kokoh,Dengan Kecintaanya akan Allah dan Rosulnya dia telah membakar semangat para kaum muslimin untuk senantiasa berjuanag menegakkan kalimat Laa Illa Haa Illallah Muhammadar Rosullulah 
    

1 comments:

Arif Setiawan mengatakan...

SubhanaAllah merupakan kisah yang sangat menginspirasi............

Posting Komentar

sampaikan unek-unekmu....!!!